Pelihara Ratusan Ular Piton sejak Duduk di Bangku Kuliah
Karen Wibi• Selasa, 10 Februari 2026 | 15:06 WIB
ilustrasi
Melihat M. Nafik Ul Akbar, Peternak Hewan Berbahaya di Nganjuk
Ada sebuah peternakan ular piton di Desa Jekek, Kecamatan Baron. Ular piton yang diternak oleh M. Nafik Ul Akbar itu sudah laku terjual hingga ke seluruh daerah di Indonesia. Padahal, dulu, peternakan milik Nafik berawal dari keisengannya mengisi waktu luang ketika berkuliah.
ORANG-orang menamainya dengan Omah Reptile Nganjuk. Lokasinya ada di Desa Jekek, Kecamatan Baron. Sebutan itu diberikan oleh warga bukan tanpa alasan. Karena di dalamnya terdapat ratusan binatang yang masuk ke dalam golongan reptil. Ada ular, iguana, hingga tokek.
Dari ketiga jenis binatang itu, ular menjadi yang paling banyak. Tidak hanya belasan hingga puluhan. Melainkan ratusan! Ya benar, ratusan ular jenis piton itu tidak hanya menjadi pajangan si pemilik M. Nafik Ul Akbar. Melainkan untuk dijual. “Kalau semuanya sedang lengkap, jumlah ular piton di rumah saya bisa mencapai 400 hingga 500 ekor. Bahkan pernah lebih,” ujar Nafik kepada wartawan koran ini.
BERBAHAYA: M. Nafik Ul Akbar menunjukkan ular piton miliknya. Nafik beternak ratusan ekor ular piton sejak duduk di bangku kuliah. Ratusan ular piton itu tersusun rapi di sebuah container kecil hingga kandang besar. Untuk piton yang masih kecil, Nafik menyimpannya di container kecil. Ratusan container itu disusun rapi di sebuah ruangan khusus. Berbeda dengan ular piton yang sudah berukuran besar. Nafik memberinya kandang khusus dengan ukuran minimal 3x1 meter.
Nafik akan merawat puluhan ular piton dewasa dengan telaten. Nanti, setiap bulan Mei, ular-ular itu akan dikawinkan. Setiap periodenya, Nafik bisa mengkawinkan 15 hingga 20 pasang ular. Hingga dua hingga tiga bulan kemudian telur dari ular piton itu akan menetas. Menjadi ratusan ular piton baru yang siap dijual. “Ada periode kawin untuk piton. Mereka hanya akan kawin di bulan Mei dan sekitarnya. Selain bulan itu ya harus kita rawat seperti biasanya,” tambah pria yang kini berusia 35 tahun itu.
ilstrasi
Setelah menetas, ular-ular kecil itu akan disortir. Dibedakan menurut jenis, ukuran, motif, dan keunikan lainnya. Hingga terakhir ular-ular itu akan dijual hingga ke seluruh daerah di Indonesia.
Bisnis yang dikelola sendiri oleh Nafik itu sendiri bermula dari kecintaannya terhadap binatang melata itu dimulai pada 2009 lalu. Kala itu dirinya sedang bosan berkuliah di salah satu universitas di Kota Malang. Bapak dua anak itu lalu memutuskan untuk merawat satu ular piton. Dia membeli ular piton harga ratusan ribu dari hasil menabung.
Tak diduga dirinya jatuh hati ke ular piton. Singkat cerita, di tahun 2015, Nafik memulai peternakan ular piton. Peternakan itu lalu sukses besar. Hingga bertahan sampai saat ini. (wib/tyo)