PPPK Paruh Waktu di Nganjuk Serbu BPR Anjuk Ladang
Karen Wibi• Selasa, 10 Februari 2026 | 15:03 WIB
Server Sempat Down karena Ribuan Orang Transaksi Online.
Server Sempat Down karena Ribuan Transaksi
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menyerbu BPR Anjuk Ladang. Mereka langsung melakukan penarikan gaji pertama PPPK paruh waktu. "Setelah klunting langsung kami ambil untuk bayar utang di warung," ujar Nu, salah satu PPPK paruh waktu.
Karena jumlah PPPK paruh waktu mencapai ribuan orang maka BPR Anjuk Ladang harus kerja keras melayani. Apalagi, mereka melakukan transaksi penarikan tunai di teller. Sehingga, dengan bergantian pegawai BPRAnjuk Ladang melakukan pencairan.
Selain PPPK paruh waktu yang melakukan penarikan tunai di kasir, ada ribuan orang yang menggunakan aplikasi Stamba BPR Anjuk Ladang secara bersamaan. Hal ini sempat membuat server down. Sehingga, terjadi delay untuk transfer antar bank. "Saya harus nunggu sekitar 15 menit. Baru bisa masuk ke rekening bank lain saat transfer,' ungkap Ya, salah satu PPPK paruh waktu.
Terpisah, Direktur Utama BPR Anjuk Ladang Nur Kamdani menyampaikan permohonan maaf atas kendala yang dialami, terutama saat proses transaksi menggunakan aplikasi Stamba.
Pria asal Tulungagung ini mengaku, banyak yang mengakses aplikasi Stamba, sehingga menyebabkan antrian akses bahkan server down.
Nurkamdani mengatakan, hari Jumat (6/2) pihaknya memproses ribuan transaksi gaji PPPK paruh waktu Kota Angin. Usai gaji masuk, banyak PPPK yang langsung mengakses dan bertransaksi menggunakan Stamba.
Alhasil, server Stamba yang selama ini merupakan hasil kerja sama dengan pihak ketiga down. Para PPPK yang hendak mengambil gaji akhirnya terhambat.
Menanggapi keluhan itu, Nurkamdani berkomitmen ke depan semakin meningkatkan pelayanan. Misalnya, menyempurnakan sistem maupun menyiapkan lebih banyak petugas untuk melayani. "Kendala ini menjadi bahan evaluasi dan masukan bagi kami agar bisa memberi pelayanan terbaik bagi nasabah," jelasnya. (wib/tyo)