Warga Tionghoa di Kabupaten Nganjuk yang percaya dengan peruntungan menurut shio. Bagi pemilik shio yang amsiong, mereka harus segera melakukan antisipasi. Salah satunya dengan melakukan sembahyang Cie Suak. Tujuannya adalah untuk membuang sial.
Hal itu seperti yang dikatakan oleh Ketua Kelenteng Hok Yoe Kiong Sukomoro Yang Cheng Wen. Dia mengatakan, setelah Tahun Baru Imlek, ada sembahyang yang diperuntungkan bagi pemilik shio yang kemungkinan apes di tahun ini.“Sembahyang Cie Suak akan dilakukan setelah Tahun Baru Imlek,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Sembahyang Cie Suak tak berbeda dengan sembahyang umat Tri Dharma pada umumnya. Yakni berdoa untuk meminta perlindungan dari Tuhan atau Dewa di klenteng.
Selain sembahyang Cie Suak, warga Tionghoa juga bisa memasang lampion di klenteng. Hal itu dilakukan agar keapesan yang bisa diterima oleh orang tersebut berpindah ke lampion.
“Keapesan itu nantinya bisa lari ke lampion. Bukan ke si orangnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ronny INK, salah satu masyarakat Tionghoa di Kabupaten Nganjuk mengaku masih mengikuti banyak budaya Tionghoa.
Meski demikian, dirinya tak mau ambil pusing dengan ramalan shio. Dirinya mengaku hanya mengambil ramalan yang baik saja. “Kalau baik ya diterima, kalau jelek ya tidak usah dipikirkan,” terangnya. (wib/tyo)
Editor : Miko