NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Siswa di SDN 1 Balonggebang di Kecamatan Gondang dapat sedikit bernapas lega. Banjir yang terjadi dipastikan akan segera teratasi. Karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk akan segera melakukan perbaikan. Kepastian itu dikatakan langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Restiyan Effendi. Dia mengatakan, dalam waktu dekat, masalah banjir di sekolah akan segera diperbaiki. “Kami sudah menemukan penyebab banjir. Yaitu macetnya saluran air yang berada di belakang sekolah,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Saluran air di bawah naungan pemerintah desa (pemdes) itu tersumbat. Penyebab utamanya karena saluran air yang tidak pernah diperbaiki. Selain itu, saluran air memiliki volume yang lebih kecil dibanding volume air saat hujan deras.
Alhasil, mau tak mau, saluran air tersebut harus segera diperbaiki. Saat ini Disdik Nganjuk sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan perbaikan. Yakni dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk dan Pemerintah Desa (Pemdes) Balonggebang.
Harapannya perbaikan dapat segera dilakukan. Dengan itu masalah banjir di sekolah tersebut dapat teratasi. Dengan tujuan agar para siswa tak lagi harus mengungsi ketika banjir datang. “Semoga masalah banjir di SDN Balonggebang 1 dapat segera teratasi,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala SDN Balonggebang 1 Ahmad Zabir mengaku bersyukur dengan perhatian yang diberikan oleh Pemkab Nganjuk. Harapannya perbaikan dapat segera terealisasi. Dengan itu banjir tak lagi terjadi di sekolah yang berada di Kecamatan Gondang itu. “Semoga banjir tak lagi terjadi di sekolah kami,” ujarnya.
Seperti diketahui, SDN Balonggebang 1 menjadi langganan banjir sejak berbulan-bulan yang lalu. Setiap hujan deras, sekolah tersebut selalu kebanjiran. Setidaknya banjir pernah terjadi pada November 2025 dan Jumat kemarin (13/2). Akibat banjir itu, siswa harus mengungsi. Bahkan banjir tersebut membuat try out tes kemampuan akademik (TKA) di sekolah jadi tak maksimal. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi