Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Melihat Persiapan Warga Kabupaten Nganjuk di Awal Ramadan 1447 Hijriah

Novanda Nirwana • Senin, 23 Februari 2026 | 12:31 WIB

nastar jadi idola
nastar jadi idola

Penjual Kue Kota Angin Mulai Kebanjiran Order

Bulan Suci Ramadan baru berlangsung beberapa hari. Namun hingga akhir pekan ini, sudah banyak masyarakat yang bersiap untuk Hari Raya Idul Fitri. Salah satunya dengan membeli banyak kue lebaran untuk stok Hari Raya Idul Fitri.

HARI Raya Idul Fitri masih beberapa minggu lagi. Namun hingga saat ini, penjual kue lebaran sudah kebanjiran pesanan. Salah satunya seperti yang dialami oleh Anik Supriatin, 39. Perempuan yang sudah berjualan sejak 2022 itu mengaku penjualan tahun ini cukup menggembirakan. Pesanan bahkan sudah mulai berdatangan jauh sebelum Lebaran. “Saat ini sudah mulai ramai pesanan,” ujarnya.

Perempuan asal Lumajang itu menyebut, pembeli sudah antusias sejak sebelum lebaran. Bahkan sudah ada beberapa pesanan yang sudah diambil. “Kemarin ada beberapa yang sudah diambil,” paparnya.

Menurutnya, tahun ini kue yang paling tren tetap kue nastar. Namun, selain nastar, kue lain yang juga laris di antaranya kastengel, kue kacang, putri salju, monde, dan semprit. Anik juga memproduksi keripik pisang aneka rasa sebagai pelengkap sajian Lebaran.

Meski banyak varian baru bermunculan, termasuk kreasi seperti coco nutela, nastar klasik tetap menjadi primadona. Menurutnya, rasa tradisional masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk suguhan tamu saat Lebaran. “Nastar tetap yang paling ramai,” jelasnya.

PANEN: Anik Supriatin, penjual kue Lebaran menerima banyak order di awal Ramadan tahun ini.
PANEN: Anik Supriatin, penjual kue Lebaran menerima banyak order di awal Ramadan tahun ini.

Menariknya, meskipun harga bahan baku mengalami kenaikan, Anik memilih tidak menaikkan harga jual. Dia menyebut telur dan mentega menjadi komoditas yang paling terasa kenaikannya, sementara harga tepung relatif stabil. “Harga tetap kami pertahankan. Kue kacang Rp 40 ribu per kilo, kastengel Rp 100 ribu per kilo. Dari tahun ke tahun harganya masih sama meskipun bahan baku naik,” jelasnya.

Strategi pemasaran yang Anik pilih pun juga mengikuti perkembangan zaman. Selain melayani pembelian langsung (offline), Anik aktif memanfaatkan media sosial untuk mendongkrak penjualan. Ia memasarkan produknya melalui grup Facebook, TikTok, serta WhatsApp. “Pengaruh media sosial besar sekali. Banyak yang pesan dari situ,” katanya.

Untuk memenuhi lonjakan pesanan, Anik tak bekerja sendiri. Ia dibantu anggota keluarganya dalam proses produksi hingga pengemasan. Dengan permintaan yang terus meningkat dan pesanan yang sudah masuk untuk Lebaran, ia optimistis omzet tahun ini akan lebih baik dibanding sebelumnya. “Alhamdulillah sudah ada pesanan untuk Lebaran. Semoga terus ramai sampai mendekati hari H,” pungkasnya. (nov/wib)

Editor : Karen Wibi
#hari raya idul fitri #nganjuk