Viral Aksi Tanam Pisang dan Sebar Lele di Jalan Rusak, Bupati Marhaen Langsung Turun ke Desa Betet
Karen Wibi• Selasa, 3 Maret 2026 | 01:53 WIB
DEMO JALAN RUSAK: Warga Desa Betet, Kecamatan Ngronggot berebut lele yang disebar di jalan rusak kemarin. Warga tanam pohon pisang sebagai bentun protes.
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Warga di Dusun Bandung, Desa Betet, Kecamatan Ngronggot memiliki cara unik untuk melakukan protes jalan rusak. Kemarin, mereka menanam pohon pisang dan menyebar ikan lele di sepanjang jalan yang rusak.
Dari pantauan wartawan koran ini, aksi protes itu dilakukan oleh puluhan warga di Dusun Bandung. Kegiatan itu berlangsung pada Senin (2/3) sekitar pukul 08.00 WIB. Awalnya, warga memasang banner protes di beberapa titik jalan. Banner dengan ukuran 1 meter x 4 meter itu bertuliskan tentang keluhan warga Dusun Bandung. “Jalan ini sudah rusak sekitar 10 tahun. Sama sekali tidak ada perbaikan, kami protes,” keluh Ketua RT 26 RW 07 Nyoto Prayitno.
Nyoto menjelaskan, selama 10 tahun terakhir, tidak pernah ada perbaikan di jalan Dusun Bandung. Padahal, selama 10 tahun itu, kondisi jalan sudah mengenaskan. Warga sempat mengajukan permohonan perbaikan jalan ke pemerintah desa. Namun hasilnya nihil. Tidak pernah ada perbaikan. Karena sudah jengkel, warga akhirnya melakukan aksi protes.
LANGSUNG SIDAK: Bupati Marhaen Djumadi meninjau jalan rusak di Desa Betet setelah warga menggelar aksi kemarin.
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Setelah protes dengan tulisan banner tak digubris, warga melanjutkan dengan menanam pohon pisang dan menyebar ikan lele di lubang jalan yang tergenang air hujan. Total ada belasan pohon pisang yang dipasang di sepanjang jalan sekitar 300 meter.
Berbarengan dengan itu, warga juga menyebar belasan kilogram ikan lele. Ikan lele itu lalu diperebutkan oleh puluhan warga yang melakukan aksi protes. “Aksi protes ini agar pemkab segera turun tangan,” tambah Nyoto.
Sementara itu, Kepala Desa Betet Suhartini mengatakan, sempat ada kesalahan dalam menentukan status jalan. Dulunya pihak desa menduga jalan tersebut masuk ke jalan kabupaten. Namun ternyata jalan tersebut masuk ke jalan desa. “Kemarin kami minta bantuan dinas. Ternyata jalan ini punya desa. Sedangkan, kami tidak ada anggaran,” ujarnya.
Aksi protes warga yang viral di media sosial itu langsung diketahui Bupati Marhaen Djumadi. Sekitar pukul 10.30 WIB, Kang Marhaen datang ke lokasi jalan rusak. Marhaen langsung melakukan peninjauan pada jalan yang rusak.
Orang nomor satu di Kabupaten Nganjuk itu mengatakan, segera melakukan perbaikan jalan. Rencananya perbaikan dilakukan dengan menambal lubang jalan yang menganga. Sehingga, mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. “Segera kami perbaiki jalan rusak ini,” tegasnya.
Mendengar janji Kang Marhaen, warga akhirnya mencabut pohon pisang yang ditanam di lubang jalan. Orang nomor satu di Pemkab Nganjuk juga meminta agar kebersihan saluran air dijaga. Sehingga, tidak terjadi genangan saat hujan deras.