Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Melihat Toleransi Umat Beragama di Desa Bajulan: Rayakan Nyepi dan Takbiran di Waktu Bebarengan

Karen Wibi • Kamis, 19 Maret 2026 | 19:03 WIB

 

Upacara Tawur Agung Kesanga yang diadakan di Desa Bajulan, Nganjuk
Upacara Tawur Agung Kesanga yang diadakan di Desa Bajulan, Nganjuk

Ada fenomena unik yang terjadi di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret pada tahun ini. Yakni Hari Raya Nyepi umat Hindu yang bebarengan dengan malam takbiran bagi umat Muslim.

KAREN WIBI, NGANJUK, JP Radar Nganjuk

ADA desa unik di Kabupaten Nganjuk. Desa tersebut bernama Bajulan. Lokasinya terletak di ujung Selatan dari Kecamatan Loceret. Keunikan desa tersebut tidak hanya terletak pada namanya saja. Melainkan juga budaya di dalam desa tersebut.
Desa Bajulan memiliki sekitar 1.334 kepala keluarga (KK). Di antara ribuan KK itu, 80 diantaranya adalah pemeluk agama Hindu. “Desa Bajulan memiliki Kampung Hindu. Karena mayoritas warganya yang beragama Hindu,” ujar Kepala Desa (Kades) Bajulan Lauji kepada wartawan koran ini.
Nah, di tahun ini, perayaan Hari Raya Nyepi di Desa Bajulan akan sedikit berbeda dari biasanya. Karena Hari Raya Nyepi tersebut bebarengan dengan Bulan Suci Ramadan. Malahan, di tanggal 19, ada beberapa umat Muslim yang mulai mengadakan malam takbiran.
Dua ibadah tersebut menuntut kebiasaan yang berbeda. Karena umumnya Hari Raya Nyepi dirayakan dengan cara yang sunyi. Seluruh umat Hindu akan melakukan sembahyang di pura atau masing-masing rumah. Sebaliknya, malam takbiran umumnya dilakukan dengan cara yang ramai. Umat Muslim biasa turun ke jalan untuk melakukan takbiran.
“Belasan tahun lalu hal serupa juga pernah terjadi. Dulu juga tidak ada masalah dengan hal itu. Masyarakat di sini sangat menjunjung nilai toleransi,” tandasnya.
Lalu bagaimana dua kegiatan itu bisa berjalan bebarengan di Desa Bajulan? Menanggapi pertanyaan itu, Lauji mengatakan lokasi Kampung Hindu berada cukup jauh dari kawasan padat penduduk lainnya. Setiap Hari Raya Nyepi, warga sudah diimbau untuk tak berkegiatan di sekitar lokasi. Hal itu juga yang akan dilakukan di tahun ini. Umat Muslim akan diimbau untuk tidak berkegiatan di sekitar Kampung Hindu.
Imbauan lainnya juga disampaikan ke umat Muslim yang hendak menggelar takbiran di musala atau masjid. Mereka diminta untuk mengecilkan volume suara. Tujuannya agar tidak mengganggu umat Hindu yang sedang Nyepi.
“Masyarakat di sini sudah terbiasa dengan hal itu. Jadi meski tidak ada imbauan, mereka tetap akan menghormati umat Hindu yang sembahyang,” imbuhnya. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
#hindu #nganjuk #hari raya nyepi #takbiran