Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Bupati Marhaen dan Menteri Haji dan Umroh Bekali CJH Nganjuk sebelum ke Tanah Suci

Novanda Nirwana • Kamis, 26 Maret 2026 | 17:10 WIB

 

Bupati Nganjuk bersama Menteri Haji dan Umroh di Pendapa KRT Sosrokoesoemo
Bupati Nganjuk bersama Menteri Haji dan Umroh di Pendapa KRT Sosrokoesoemo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Manasik haji di Kabupaten Nganjuk kemarin, spesial. Karena pemateri yang datang adalah Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf. Gus Irfan-panggilan akrab Mochamad Irfan Yusuf memberi materi tentang haji kepada 732 calon jemaah haji (CJH) di Pendapa KRT Sosrokoesoemo Nganjuk.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 13.00 itu dihadiri ratusan CJH yang akan berangkat tahun ini. Gus Irfan didampingi oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro.

Gus Irfan mengatakan, persiapan penyelenggaraan haji terus dimatangkan. Kemarin, seluruh kebutuhan dasar jemaah, termasuk penginapan di Tanah Suci, telah dipersiapkan. “Persiapan sudah kita matangkan. Mulai layanan dasar hingga penginapan jemaah sudah siap,” ujarnya.

Gus Irfan mengatakan, komposisi jemaah haji Indonesia yang didominasi usia lanjut menjadi dasar perubahan pendekatan pelayanan. Pemerintah mendorong skema haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan. “Karakter jemaah kita banyak yang lansia. Maka pendekatan layanan harus disesuaikan, termasuk untuk disabilitas dan jemaah perempuan,” imbuhnya.

Gus Irfan menjelaskan, penyesuaian tersebut mencakup aspek mobilitas, pendampingan, hingga dukungan kesehatan selama di Tanah Suci. Jemaah dengan keterbatasan fisik maupun riwayat penyakit akan mendapat perhatian lebih dalam pengaturan layanan.

Selain itu, aspek keamanan dan kenyamanan bagi jemaah disabilitas juga menjadi perhatian. Pemerintah menyiapkan penguatan fasilitas serta sistem pendampingan agar proses ibadah tetap berjalan tanpa hambatan berarti.

Perlindungan terhadap jemaah perempuan juga disinggung. Menurutnya, kepastian layanan yang memperhatikan kebutuhan spesifik perempuan menjadi bagian dari evaluasi penyelenggaraan haji sebelumnya.

Di sisi lain, materi manasik juga diisi pemaparan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk terkait kesiapan fisik jemaah. Peserta diingatkan menjaga kondisi tubuh sejak sebelum keberangkatan.

Pantauan wartawan koran ini, peserta manasik haji mengikuti kegiatan sejak pagi hingga siang. Sebagian besar tampak mencatat materi yang disampaikan.  Dengan pembekalan tersebut, pemerintah berharap jemaah memiliki kesiapan dasar sebelum menjalankan rangkaian ibadah haji. Terutama, bagi kelompok lansia yang menjadi perhatian dalam skema pelayanan tahun ini. (nov/tyo)

 

Editor : Karen Wibi
#nganjuk #Menteri Haji dan Umroh #bupati nganjuk