radarnganjuk.jawapos.com – Masyarakat di Kabupaten Nganjuk harus ekstra waspada saat beraktivitas di hari Minggu (29/3) ini. Berdasarkan data terbaru dari BMKG Juanda, cuaca ekstrem berupa hujan disertai petir diprediksi akan mengguyur wilayah Kota Angin dan sekitarnya hampir sepanjang hari.
Kondisi langit Nganjuk terpantau mulai berawan sejak pagi hari dengan peluang hujan petir yang cukup tinggi. Memasuki siang hingga sore, awan tebal diperkirakan akan menyelimuti seluruh wilayah, disusul potensi hujan petir yang merata.
Baca Juga: Cuaca Hari Ini: Nganjuk Dikepung Awan Tebal, BPBD Imbau Warga Waspadai Potensi Hujan Petir
Kabid Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk, Purwo Hadi Setiyo Wicaksono, mengingatkan warga untuk mewaspadai dampak dari intensitas hujan yang tinggi ini. Pria yang akrab disapa Wicaksono ini menekankan potensi terjadinya genangan air hingga banjir luapan di titik-titik rawan.
"Hujan petir diprediksi terjadi sejak pagi sampai sore. Kami imbau warga yang sedang berada di luar rumah untuk segera mencari tempat berlindung yang aman. Hindari berteduh di bawah pohon atau baliho karena ada potensi angin kencang," ujar Wicaksono kepada *Radar Nganjuk*.
Baca Juga: Update Cuaca Hari Ini: BMKG Prakirakan Hujan Petir, BPBD Nganjuk Imbau Masyarakat Siaga
Lebih lanjut, Wicaksono menjelaskan bahwa ancaman cuaca ini tidak berhenti pada sore hari saja. Memasuki malam hari, hujan dengan intensitas sedang diprediksi masih akan mengguyur, yang kemudian berlanjut menjadi hujan ringan hingga dini hari.
Suhu udara hari ini berada di kisaran 14 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 62 hingga 100 persen. Sementara itu, angin bertiup dari arah Utara dengan kecepatan 5 hingga 19 km/jam.
Menyikapi prakiraan tersebut, BPBD Nganjuk telah menyiagakan tim reaksi cepat di lapangan. Fokus utama pemantauan dilakukan pada wilayah yang memiliki histori luapan sungai dan titik-titik rawan pohon tumbang.
"Tim kami terus melakukan monitoring secara *real-time*. Kami juga meminta kerja sama dari para relawan dan perangkat desa untuk segera melaporkan jika terjadi kenaikan debit air sungai yang signifikan di wilayahnya masing-masing," pungkas Wicaksono.
Editor : rekian