NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Arus balik lewat kereta api (KA) turun kemarin (29/3). Hanya ada ratusan pemudik yang meninggalkan Kabupaten Nganjuk di hari terakhir arus balik mudik. Ini berbeda dengan H+2 Lebaran.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, kemarin, menjadi akhir arus balik gelombang kedua melalui kereta api. “PT KAI mencatat puncak arus balik mudik di Nganjuk terjadi pada hari kedua Lebaran. Jumlahnya lalu terus menurun hingga hari ini (kemarin, Red),” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Sebelumnya, di hari kedua Lebaran, ada ribuan pemudik yang mulai meninggalkan Kota Angin. Mereka adalah pemudik yang kembali ke perantauan. Jumlah ribuan pemudik yang meninggalkan Nganjuk itu terus berkurang. Titik baliknya terjadi pada 24 Maret lalu. Selepas 24 Maret, menurut Tohari, jumlah pemudik yang meninggalkan Nganjuk terus berkurang.
Seperti yang terjadi kemarin. Hanya ada ratusan pemudik yang kembali ke perantauan melalui Stasiun Nganjuk dan Stasiun Kertosono. Diprediksi hal itu terjadi karena sudah banyak pemudik yang meninggalkan Nganjuk di antara tanggal 24 Maret. “Banyak pemudik yang bekerja di sektor swasta atau pemerintah yang sudah bekerja sejak 25 Maret lalu. Sehingga, banyak yang memilih kembali sebelum tanggal 25 Maret,” tambahnya.
Meski arus balik diprediksi sudah usai, menurut Tohari, jumlah penumpang di dua stasiun di Kabupaten Nganjuk masih tetap ramai dibanding hari biasa di luar libur Lebaran. Kemungkinan hal itu terjadi karena adanya WFH yang dilakukan di beberapa kantor pemerintah dan swasta. Ditambah, akhir pekan nanti akan ada libur panjang. “Kami tetap mewaspadai lonjakan penumpang hingga akhir pekan mendatang,” pungkasnya. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi