Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Pembangunan Museum Marsinah di Nganjuk Capai 95 Persen, Siap Diresmikan Presiden Prabowo pada Hari Buruh 1 Mei

Novanda Nirwana • Rabu, 1 April 2026 | 06:05 WIB

 

Pekerja menyelesaikan pembangunan Museum Ibu Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro
Pekerja menyelesaikan pembangunan Museum Ibu Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro

 

RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM – Proyek pembangunan Museum Marsinah di Nganjuk menunjukkan progres signifikan. Hingga akhir Maret 2026, realisasi fisik museum yang didedikasikan untuk pahlawan buruh tersebut telah mencapai 95 persen. Saat ini, fokus utama beralih pada tahap finishing dan penataan interior bangunan.

Target Rampung April, Peresmian Bertepatan dengan May Day

Pelaksana pembangunan Museum Marsinah, Edi Cahyono, menjelaskan bahwa sisa pekerjaan hanya menyisakan detail-detail kecil di bagian dalam gedung. Dengan kecepatan pengerjaan saat ini, ia optimistis proyek tersebut akan tuntas pada pertengahan April mendatang.

Pemilihan waktu peresmian pun sangat ikonik. Museum ini direncanakan dibuka untuk umum tepat pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day).

“Kalau sesuai rencana, peresmian akan dilakukan pada 1 Mei. Direncanakan diresmikan langsung oleh Presiden RI,” ujar Edi Cahyono.

Mengusung Konsep Interior Industrial

Salah satu daya tarik dari Museum Marsinah Nganjuk ini adalah konsep desainnya. Edi mengungkapkan bahwa meski tidak ada perubahan desain bangunan secara keseluruhan, bagian interior sengaja dirancang dengan gaya Industrial.

Konsep ini dipilih bukan tanpa alasan. Gaya industrial dianggap sangat mewakili karakter dan atmosfer dunia buruh yang menjadi napas perjuangan Marsinah.

  • Penataan interior: Fokus pada elemen besi dan ekspos yang maskulin.

  • Ruang Edukasi: Didesain untuk memberikan pengalaman sejarah yang mendalam bagi generasi muda.

Optimistis Rampung Tepat Waktu Tanpa Terkendala Cuaca

Meski cuaca di wilayah Nganjuk sempat tidak menentu, Edi memastikan hal tersebut tidak lagi menghambat progres. Karena struktur utama gedung sudah berdiri kokoh, para pekerja kini bisa lebih leluasa bekerja di dalam ruangan (indoor).

“Kalau sekarang (cuaca) tidak terlalu berpengaruh karena pengerjaan sudah di dalam. Memang bulan lalu sempat tersendat karena hujan, tapi sekarang tinggal perapian saja,” ungkapnya.

Kehadiran museum ini diharapkan tidak hanya menjadi ikon baru di Kabupaten Nganjuk, tetapi juga menjadi pusat edukasi sejarah perjuangan buruh di Indonesia. Dengan progres yang hampir rampung, warga Nganjuk kini menanti kehadiran museum sejarah yang akan mengenang keberanian sang pahlawan buruh asal desa setempat.

 

Editor : rekian
#Museum Marsinah #hari buruh #berita nganjuk hari ini #Presiden Prabowo Subianto #marsinah