Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Aditoya di Kabupaten Nganjuk memiliki cara unik untuk merayakan perayaan Paskah di tahun ini. Mereka tidak lagi membagikan telur Paskah. Melainkan, membagikan bibit tanaman ke jemaat.
KAREN WIBI-NGANJUK, JP Radar Nganjuk
Umat Kristiani menyambut perayaan Hari Raya Paskah dengan sukacita. Umumnya, di Hari Paskah, gereja-gereja di Nganjuk membagi-bagikan telur ayam kepada jemaat gereja. Dengan maksud telur yang dilambangkan sebagai kelahiran baru.
Namun hal itu tidak dilakukan di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Aditoya yang berada di Desa Jatigreges, Kecamatan Pace. Alih-alih membagikan telur, GKJW Aditoya malah membagi-bagikan benih sayuran dan buahan-buahan. “Ada pembagian telur, namun yang ingin kami tekankan adalah pembagian bibit sayur dan buah,” ujar Pendeta GKJW Aditoya Wawuk Kristian Wijaya.
Ya benar, umat Kristiani di GKJW Aditoya mendapat bibit buah dan sayur. Mula-mula, pada ibadah pagi, ratusan bibit tanaman terong, tomat, semangka diletakkan di depan gereja. Seluruh jemaat gereja lalu menjalankan ibadah. Ibadah rampung sekitar dua jam kemudian. Saat pulang, jemaat mendapat telur paskah. Namun selain itu, jemaat juga diberikan benih buah dan sayur. Mereka bebas mengambil bibit tanaman yang telah disiapkan.
Pendeta Wijaya menjelaskan, ada filosofi dari pembagian bibit tanaman kepada jemaat. Filosofi itu diambil dari Kidung Jemaat 341. Pada Kidung Jemaat itu dijelaskan tentang proses kematian hingga kebangkitan Tuhan Yesus. Seperti salah satu baitnya yang dikatakan “Bagaikan padi, Tuhan pun dikubur, dipendam, kembali bangkit merebut umat-Mu terkeram,”.
Pendeta Wijaya menggambarkan kesamaan antara Tuhan Yesus dan benih. Untuk bisa tumbuh dan berkembang, benih tersebut harus lebih dahulu untuk dikubur di dalam tanah. “Perumpamaan-perumpamaan itu yang ingin disampaikan kepada umat Kristiani di GKJW Aditoya,” tambahnya.
Lebih lanjut, setelah diterima jemaat, benih-benih tersebut wajib ditanam di rumah. Tidak hanya ditanaman, tanaman-tanaman itu juga wajib dirawat oleh si pemilik. Hingga nantinya tanaman-tanaman tersebut dapat menghasilkan buah yang bermanfaat. “Selama merawat tanaman itu, jemaat akan terus mengingat tentang Tuhan Yesus seperti di dalam Kidung Jemaat 341,” pungkasnya. (tyo)
Editor : rekian