RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM – Kabar gembira datang dari kawasan perbatasan tiga kabupaten. Persoalan kemacetan kronis yang selama bertahun-tahun melumpuhkan Simpang Tiga Mengkreng akhirnya menemukan titik terang. Tiga kepala daerah kompak turun gunung menggelar pertemuan dadakan di lokasi, Senin (7/4).
Ketiganya adalah Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, dan Bupati Jombang Warsubi. Mereka kompak membahas langkah konkret mengurai kepadatan arus lalu lintas yang kerap kali memicu antrean panjang hingga berjam-jam, khususnya saat arus mudik dan bulan Ramadan.
Bahkan, Bupati Kediri yang akrab disapa Dhito itu mengakui bahwa Simpang Mengkreng masuk dalam jajaran tiga besar titik kemacetan terparah di Indonesia.
"Simpang Mengkreng ini menjadi salah satu titik kemacetan tiga besar di Indonesia. Terutama pada saat bulan Ramadan. Kemarin pada saat puasa pun demikian," ujar Dhito di sela-sela pertemuan.
Menurut Dhito, pertemuan lintas wilayah ini berawal dari kegelisahan bersama saat mereka bertiga bertemu dalam agenda penyerahan laporan keuangan unaudited kepada BPK beberapa waktu lalu. Dari obrolan santai itulah muncul inisiatif untuk mencari solusi jangka panjang.
"Maka beliau berdua (Bupati Nganjuk dan Bupati Jombang) menginisiasi pertemuan ini, dan tentunya saya menyambut baik," tambahnya.
Solusi utama yang diusulkan adalah pembangunan **flyover** (jalan layang) di kawasan perbatasan tiga daerah. Rencananya, flyover itu akan menghubungkan jalur dari arah Jombang menuju percabangan ke Kediri dan Nganjuk.
Secara teknis, pembangunan ini sudah masuk dalam rencana strategis Kementerian PU. Tiga kepala daerah berkomitmen mengawal prosesnya agar tak tersendat birokrasi.
"Jadi ruas yang akan dibangun mulai dari tempat beliaunya sampai nanti ada dua jalur: satu ke arah Kediri, satu ke arah Nganjuk," jelas suami Eriani Annisa itu.
Dengan hadirnya flyover, arus kendaraan diharapkan tak lagi tertahan di persimpangan sebidang. Kemacetan panjang yang kerap merugikan mobilitas warga dan distribusi logistik pun diyakini bakal terurai.
Para petinggi daerah itu pun berjanji bakal terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Targetnya, agar flyover di Simpang Mengkreng tak cuma jadi wacana manis, tapi segera masuk tahap realisasi. Warga tiga kabupaten kini menanti bukti.
Editor : rekian