RADARNGANJUK, JAWAPOS.COM– Ada hal unik di Museum Marsinah. Di papan nama tertulis ‘Museum Ibu Marsinah’. Padahal, Marsinah belum menikah saat meninggal dunia.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Wakil kepala pelaksana pembangunan Heri Subagyo mengatakan, akan melakukan revisi terkait nama Museum Marsinah. “Nanti kata ‘Ibu’ dihapus,” ujarnya.
Heri menerangkan, sebenarnya, dari pusat, nama museum pahlawan buruh itu hanya ‘Museum Marsinah’. Namun, terjadi kesalahan atau miss dalam penulisan papan nama. Ada tambahan Ibu di depan Marsinah.
Karena itu, sebelum diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 2 Mei 2026, papan nama itu akan direvisi. Namanya akan Museum Marsinah.
Lalu bagaimana dengan bangunan Museum Marsinah? Heri mengatakan, pada Sabtu (11/4), sudah ada kunjungan dan ceklis dari Bareskrim Polri. Hasilnya, masih ada beberapa pekerjaan tambahan yang harus diselesaikan. Salah satunya terkait penambahan interior berupa furnitur seperti lemari dan tempat tidur.
Namun, proses pemasukan furnitur terkendala akses pintu yang tidak mencukupi. Akibatnya, pekerja harus melakukan pembongkaran kusen agar barang-barang tersebut dapat masuk ke dalam ruangan.
“Furniture seperti lemari dan kasur tidak bisa masuk, jadi harus bongkar kusen. Mau tidak mau pekerja dipanggil lagi untuk menyelesaikan itu,” jelasnya.
Selain itu, pagar di area museum untuk sementara juga dibongkar. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan acara peresmian.
“Pagarnya memang sengaja dibongkar dulu untuk acara peresmian. Nanti setelah itu dipasang kembali,” tambahnya.
Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir langsung untuk meresmikan Museum Marsinah pada 2 Mei mendatang. Berbagai persiapan mulai dimatangkan. Termasuk, kesiapan jalur yang akan dilalui.
Dengan sejumlah penyempurnaan tersebut, Museum Marsinah ditargetkan siap sepenuhnya dan segera diresmikan. Keberadaan museum ini diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus pengingat sejarah perjuangan buruh di Indonesia. (nov/tyo)
Editor : rekian