RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM– Harga bawang merah di Pasar Sukomoro Kabupaten Nganjuk melambung tinggi. Kemarin, harga brambang menembus Rp 25 ribu per kilogram.
Pantauan di lapangan, harga brambang lokal bervariasi mulai Rp 22 ribu, Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram. Perbedaan harga dipengaruhi ukuran dan kualitas yang dijual pedagang.
Mainem, 61, pedagang bawang merah asal Sukomoro, mengatakan stok yang beredar saat ini mayoritas berasal dari hasil panen petani Nganjuk. Ia menyebut, untuk jenis tertentu seperti brambang varietas Bima, mulai masuk ke pasar meski jumlahnya masih terbatas.
“Ada yang Rp 22 ribu, Rp 23 ribu sampai Rp 25 ribu. Yang mahal biasanya ukuran lebih besar,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.
Menurut Mainem, kondisi harga saat ini masih tergolong stabil. Hal itu karena pasokan belum sepenuhnya melimpah. Ia menyebut, petani baru mulai memasuki masa panen awal, sementara panen terakhir terjadi sekitar dua bulan lalu.
“Belum panen raya, ini baru mulai panen. Jadi barangnya belum banyak,” jelasnya.
Keterbatasan pasokan tersebut tidak lantas menurunkan minat beli masyarakat. Justru, aktivitas transaksi di Pasar Sukomoro tetap berjalan normal bahkan cenderung ramai, terutama pada jam-jam tertentu.
“Pasarnya ramai, alhamdulillah. Kalau lagi ramai, sehari bisa habis sampai 50 kilogram,” ujarnya.
Kondisi ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap komoditas brambang masih tinggi. Selain sebagai kebutuhan pokok rumah tangga, bawang merah juga menjadi bahan utama bagi pelaku usaha kuliner skala kecil hingga menengah.
Salah satu pembeli, Musliha, 45, mengaku harga saat ini masih dalam batas wajar dan belum terlalu memberatkan. Ia biasa membeli brambang untuk kebutuhan memasak sekaligus bahan usaha gorengan yang dijalankannya.
“Masih wajar, saya beli yang ukuran sedang sekitar Rp 23 ribu. Biasanya untuk masak sama jualan,” ujarnya.
Namun demikian, ia berharap harga tidak terus merangkak naik, terutama menjelang momen tertentu yang biasanya diikuti peningkatan permintaan.
“Semoga tetap stabil sampai panen raya, biar tidak terlalu berat untuk usaha kecil,” harapnya.