Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Bupati Marhaen dan Ratusan Buruh Peringati May Day

Novanda Nirwana • Senin, 4 Mei 2026 | 19:15 WIB
Bupati Marhaen Djumadi bersama dengan Forkopimda doa bersama di makam Marsinah
Bupati Marhaen Djumadi bersama dengan Forkopimda doa bersama di makam Marsinah

 

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Ratusan buruh memadati makam pahlawan nasional Marsinah saat peringatan Hari Buruh Internasional, kemarin (1/5). Mereka mengikuti rangkaian doa bersama dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan Marsinah.
Pantauan wartawan koran ini, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro serta rombongan Forkopimda juga hadir langsung di lokasi. Mereka mengikuti rangkaian acara mulai dari istighotsah, tabur bunga di makam Marsinah, hingga ditutup dengan pemotongan tumpeng.
Bupati Marhaen Djumadi menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang selalu digelar setiap tahun. “Setiap tahun kami selalu mengadakan agenda rutin. Satu istighotsah, kedua kami melakukan tabur bunga setiap May Day sehingga apa yang kami lakukan ini sudah menjadi tradisi,” ujarnya.
Kang Marhaen menambahkan, peringatan May Day tahun ini memiliki makna lebih mendalam setelah Marsinah resmi ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 10 November lalu. 
“Sebetulnya kami sudah mengusulkan sejak Desember 2022. Ini suatu kebanggaan bahwa Kabupaten Nganjuk punya pahlawan yang berbeda dengan yang lain, yaitu berangkat dari orang kecil,” tegasnya.
Menurut Marhaen, peringatan di makam Marsinah bukan sekadar seremoni. Melainkan momentum refleksi bagi pemerintah daerah dalam memperjuangkan nasib buruh. Ia memastikan selama masa kepemimpinannya, setiap persoalan ketenagakerjaan akan diupayakan solusinya.
“Selama saya menjabat, setiap ada problem kami akan mencarikan solusi. Selama ini buruh juga berjalan dengan bagus,” ungkapnya.
Marhaen mencontohkan penyelesaian kasus di salah satu perusahaan sebelumnya. Saat itu, pihaknya memanggil pengusaha dan mencari jalan keluar terbaik bagi pekerja. 
“Ada dua PR saya, di Gunawan Fajar. Pengusahanya kami panggil dan Alhamdulillah diselesaikan. Karyawannya kami carikan di perusahaan lain dan sekarang selesai,” jelasnya.
Saat ini, lanjut dia, pemerintah daerah tengah fokus menangani persoalan ketenagakerjaan di perusahaan Jaya Kertas. “Saya sudah telepon GM-nya, saya minta tolong dibantu dengan owner-nya. Nanti kami akan ketemu skema apa untuk menyelesaikan kewajiban perusahaan terhadap pekerja,” ujarnya.
Marhaen juga membuka kemungkinan skema penyelesaian seperti yang pernah dilakukan sebelumnya. Termasuk opsi pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan solusi lanjutan bagi pekerja. 
“Kalau sudah tidak kuat, tidak apa-apa nanti karyawannya di-PHK kemudian perusahaan dijual,” paparnya.
Dalam momentum May Day, Pemkab Nganjuk menegaskan dua komitmen utama. Yakni menjaga stabilitas daerah sekaligus memastikan buruh turut berkontribusi dalam pembangunan. 
“Harus ‘Jogo Nganjuk’, sehingga buruh juga membantu Kabupaten Nganjuk,” ujarnya.
Ia menyebut kontribusi buruh terbukti nyata dalam menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di daerah. “Pengangguran di Nganjuk turun, kemiskinan tiap tahun juga turun. Maka kontribusi buruh ini luar biasa,” imbuhnya.
Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak buruh tanpa harus memusuhi kalangan pengusaha. “Kami membela yang kecil, tapi tidak memusuhi yang besar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia Nganjuk Kelik Widi Wahyuno mengatakan, May Day 2026 terasa spesial karena ini tahun pertama Marsinah menjadi pahlawan nasional. "Semangat dan perjuangan Marsinah akan kami lanjutkan agar buruh sejahtera di Indonesia," tandasnya. (nov/tyo)

Editor : rekian
#makam marsinah #peringatan may day #hari buruh #doa bersama #pahlawan nasional