Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Penjualan Mobil Solar Anjlok Dampak Harga Pertamina Dex Melonjak

Karen Wibi • Kamis, 7 Mei 2026 | 14:59 WIB

 

Showroom mobil di Kabupaten Nganjuk. Penjualan mobil solar menurun
Showroom mobil di Kabupaten Nganjuk. Penjualan mobil solar menurun

 

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Melonjaknya harga pertamina dex tidak hanya membuat pemilik mobil dengan bahan bakar minyak (BBM) tersebut pusing tujuh keliling. Namun, penjual mobil second yang memiliki dagangan mobil berbahan bakar solar juga terdampak. “Mobil berbahan bakar solar menjadi tidak laku,” keluh Imam Subari, salah satu karyawan showroom mobil bekas di Kecamatan Nganjuk kemarin.

Selama sebulan terakhir, Imam mengatakan, peminat mobil solar semakin turun. Kondisi itu sangat terasa untuk mobil dengan harga di atas Rp 300 juta yang harus menggunakan BBM pertamina dex. “Hampir tidak ada yang tanya mobil dengan BBM pertamina dex,” ungkapnya.

Perlu diketahui, sejak satu bulan terakhir, BBM jenis solar non-subsidi, yakni Dexlite dan Pertamina Dex terus mengalami kenaikan. Untuk Dexlite harga naik dari Rp 23.600 per liter menjadi Rp 26 ribu per liter sejak Senin (4/5). Sedangkan yang paling tinggi, Pertamina Dex, dari Rp 23.900 per liter menjadi Rp 27.900 per liter.

Selain sepi peminat, Imam mengatakan, kenaikan harga BBM untuk solar non-subsidi juga membuat pemilik mobil solar mulai mengatur strategi penghematan. Salah satu caranya dengan melakukan tukar tambah mobil solar dengan mobil berbahan bakar pertalite. Karena harga pertalite tidak mengalami kenaikan. Harga pertalite tetap Rp 10 ribu per liter. Karena pertalite termasuk BBM bersubsidi. “Banyak yang sudah menawarkan tukar tambah mobil karena persoalan BBM di sini,” ujarnya.

Imam mengatakan, kondisi perekonomian yang lesu dan adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi menjadi tantangan berat bagi karyawan showroom mobil bekas. Mereka harus bisa menjual mobil dengan cepat. Sedangkan, peminat juga sepi.

Perlu diketahui, berdasarkan catatan wartawan koran ini, dalam sebulan terakhir harga BBM jenis Dexlite dan Pertamina Dex sudah mengalami kenaikan sebanyak dua kali. Manager Commrel CSR Pertamina Mor V Ahad Rahedi mengatakan,  kenaikan harga BBM non-subsidi itu adalah penyesuaian harga BBM berkaitan dengan gejolak harga minyak dunia. 

Ahad mengatakan, harga BBM nonsubsidi itu bisa naik atau turun sewaktu-waktu. Hal itu tergantung dengan harga minyak dunia. “Kenaikan harga BBM itu hanya terjadi pada BBM non-subsidi. Sedangkan, untuk harga BBM subsidi masih di harga normal. Masyarakat tidak perlu khawatir,” terangnya. (wib/tyo)

 

 

Editor : Karen Wibi
#Dexlite #Pertamina Dex #harga solar naik #Kabupaten Nganjuk