Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Melihat Kampung Melon di Kabupaten Nganjuk Saat Panen Raya: Mampu Hasilkan Ribuan Ton Melon Saat Musim Panen

Karen Wibi • Kamis, 7 Mei 2026 | 15:11 WIB
Petani melon di Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor
Petani melon di Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor

 

Desa Balongrejo di Kecamatan Bagor dikenal sebagai kampung melon sejak tiga tahun terakhir. Karena kini mayoritas petani di desa tersebut memilih untuk menanam melon dibanding tanaman palawija. Bahkan, setiap musim panen, ada ribuan ton melon yang dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.

 

“Tanaman melon benar-benar mengubah kondisi ekonomi warga di sini,” ujar Sarji, 50, salah satu petani melon asal Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor.

          Kalimat syukur itu keluar dari Sarji bahkan puluhan petani melon lainnya di Desa Balongrejo. Karena memang, tanaman melon berhasil mengubah kondisi ekonomi petani setempat. Dari yang mulanya hidup pas-pasan menjadi sejahtera.

          Apa yang dikatakan oleh Sarji tidak melebih-lebihkan. Sebagai bukti, untuk satu kali masa tanam dengan luas tanah setengah hektare, Sarji bisa meraup untung hingga Rp 100 juta. Keuntungan itu didapatnya dari bertani melon dalam waktu tiga bulan saja. Sedangkan selama satu tahun, menurut Sarji, dirinya bisa menanam melon sebanyak dua kali. Sedangkan sisanya Sarji memilih untuk menanam jagung. “Tanaman melon itu sedikit manja. Dalam satu tahun tanahnya hanya bisa ditanami sebanyak dua kali. Kalau lebih, tanaman melon akan sering terkena penyakit,” tambahnya.

          Untung berlimpah itu diketahui baru terjadi sejak tiga tahun terakhir. Sebelumnya, petani di Desa Balongrejo biasa bertani tanaman jagung atau bawang merah. Kedua tanaman itu diketahui tidak memiliki untung sebanyak tanaman melon.

          Semuanya berubah sekitar tahun 2022. Saat itu, ada seorang petani bernama Untung yang mengajarkan warga untuk bertani melon. Warga mulanya was-was. Mereka takut tanaman melon tak cocok jika ditanam di Desa Balongrejo. Namun keraguan itu segera pupus setelah panen pertama. Melon yang dihasilkan memiliki kualitas sangat bagus. Tidak hanya besar, melon dari desa tersebut juga memiliki tingkat manis yang tinggi. “Sejak saat itu semua petani di sini mengganti tanaman ke melon,” tandasnya.

          Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Pertanian (Perlintan) Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk Agus Yuni Purwanto mengatakan melon cocok ditanam di wilayah Kabupaten Nganjuk. Alasannya karena Nganjuk yang memiliki tanah yang gembur. Ditambah persediaan air di Nganjuk cukup berlimpah. “Melon memiliki potensi yang luar biasa bagus. Salah satunya karena masih sedikit petani yang menanam melon,” ujarnya. (wib)

Editor : Karen Wibi
#buah melon #pertanian nganjuk #petani melon #Kabupaten Nganjuk