Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Terjunkan 71 Kader untuk Layani Masyarakat

Novanda Nirwana • Senin, 11 Mei 2026 | 21:35 WIB
Terjunkan 71 Kader untuk Layani Masyarakat
Terjunkan 71 Kader untuk Layani Masyarakat

 

MERAIH prestasi juara III pada lomba Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim) Tahun 2026 yang digelar oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Jatim bukanlah perkara mudah. Banyak hal yang harus dilakukan oleh Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Desa Sumberkepuh di Kecamatan Tanjunganom.

Salah satunya adalah dengan menerjunkan 71 kader untuk menjalankan program yang berkaitan dengan palayanan masyarakat. Mulai dari posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), hingga edukasi keluarga berencana dilakukan rutin demi menciptakan keluarga sehat dan bebas stunting.

Kader Kampung KB Siti Qoriah mengatakan, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Para kader harus bekerja keras bahkan rela meninggalkan urusan rumah tangga demi menjalankan kegiatan di masyarakat. “Super kerja keras ini semua kadernya. Totalnya ada 71 kader. Sampai kegiatan rumah tangga ditinggalkan hanya untuk memajukan Sumberkepuh,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai program terus dijalankan secara rutin agar masyarakat semakin sadar pentingnya kesehatan keluarga dan pengasuhan anak. Meski begitu, tantangan di lapangan tetap ada, terutama menghadapi warga yang kurang aktif mengikuti kegiatan. “Kendalanya kadang warga itu ada yang mbeler, susah untuk diarahkan. Kalau sudah mogok itu susah mengarahkan,” katanya.

Siti mengaku memiliki cara tersendiri agar warga tetap semangat mengikuti kegiatan. Salah satunya dengan memberikan hadiah sederhana saat kegiatan penimbangan balita maupun penyuluhan berlangsung.

“Caranya ya harus dikasih hadiah. Contohnya waktu penimbangan terus saya kasih tanya jawab. Kalau ada yang bisa jawab ya saya kasih hadiah,” terangnya.

Hadiah yang diberikan pun sederhana, seperti sabun hingga permen. Namun cara itu cukup efektif membuat warga antusias datang mengikuti kegiatan.

“Ya berupa sabun, permen. Akhirnya orang-orang semangat,” imbuhnya.

Siti juga dikenal tegas saat mendampingi masyarakat. Dia tak segan menegur warga yang mulai tidak disiplin mengikuti program kesehatan maupun kegiatan kampung KB.

“Kalau dari warganya tidak ada yang mbeler karena saya galak. Kok ada yang mbeleyor saya langsung marah. Makanya agak takut mereka,” ucapnya.

Meski demikian, warga disebut tetap menyambut baik keberadaan Kampung KB karena manfaatnya mulai dirasakan langsung. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keluarga berencana dan kesehatan anak perlahan meningkat. “Tujuan utama dibentuk kampung KB ini supaya Sumberkepuh ke depannya sejahtera, bebas dari stunting,” jelasnya.

Dia menilai banyak perubahan positif setelah program berjalan. Masyarakat kini semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga sehingga kehidupan rumah tangga lebih tertata. “Tentu ada perubahan setelah adanya kampung KB ini. Masyarakat bisa memahami lebih dalam KB sehingga keluarganya bisa tertata rapi,” pungkasnya. (nov/wib)

Editor : rekian
#desa sumberkepuh #tim pendamping keluarga #keluarga berencana #keluarga berkualitas