Petani bawang merah di Desa Nglinggo, Kecamatan Gondang memiliki cara unik untuk merayakan musim panen. Bukan dengan selamatan atau tasyakuran. Melainkan dengan menyewa orkes dangdut hingga disc jockey (DJ). Kegiatan meriah itu dilakukan di tengah sawah.
PETANI bawang merah atau brambang di Desa Nglinggo, Kecamatan Gondang sedang sibuk sekali saat ini. Karena awal bulan ini, Desa Nglinggo memasuki musim panen brambang. Sedari pagi mereka bekerja keras di bawah untuk memanen berton-ton brambang.
Pemandangan sibuk itu sangat terlihat sejauh mata memandang. Banyak petani yang terlihat sedang memanen brambang di sawah. Selain itu, di sepanjang jalan, para petani juga terlihat sedang menaikkan brambang ke mobil pikap. Kesibukkan itu juga terlihat di banyak rumah di Desa Nglinggo. Karena banyak anak-anak hingga orang dewasa yang sedang pitil brambang.
Namun bukan pemandangan itu yang unik. Melainkan pemandangan dari puluhan petani yang sedang berjoget di tengah-tengah sawah brambang. Ya benar, ketika banyak petani yang sedang disibukkan dengan panen, puluhan petani itu sedang asyik berjoget. Lengkap dengan orkes dangdut hingga disc jockey (DJ). “Kami sudah panen. Sekarang ini sedang syukuran,” ujar Patmo, 53, salah seorang petani yang ikut berjoget.
Patmo mengatakan, beberapa hari sebelumnya, dia bersama puluhan petani lain sudah panen brambang. Kini, sebagai bentuk rasa syukur, dirinya bersama puluhan petani lain melakukan acara syukuran. Namun bukan hanya doa bersama. Melainkan juga dengan kegiatan orkes dangdut dan DJ.
Orkes dangdut hingga DJ itu dibayar dari uang patungan dari para petani. Mereka patungan dengan nominal yang berbeda-beda. Dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. “Kegiatan dangdutan ini ide dari para petani. Mereka ingin membuat kegiatan syukuran yang berbeda dari yang lainnya,” tambahnya.
Tak diduga kegiatan itu menjadi viral. Banyak petani yang ingin melakukan kegiatan tasyakuran dengan cara dangdutan lagi. Hingga Kamis kemarin (7/5) para petani brambang melakukan kegiatan orkes dangdut dan DJ sekali lagi.
Kegiatan itu dilakukan di tengah-tengah area persawahan. Selain itu, kegiatan juga bebarengan dengan makan bersama oleh para petani. “Semoga kegiatan seperti ini dapat membuat para petani lebih guyub,” harapnya. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi