Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Ini Harapan Buruh dari Kediri

Ayu Ismawati • Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:46 WIB
Ribuan buruh berjalan kaki menuju ke lokasi Museum Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.(Foto: Novanda Nirwana)
Ribuan buruh berjalan kaki menuju ke lokasi Museum Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.(Foto: Novanda Nirwana)

 
RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM
– Gelombang kedatangan massa buruh ke Museum Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk terus mengalir pada Sabtu pagi (16/5/2026). Tidak hanya datang dari wilayah lokal Nganjuk, ribuan buruh dari daerah tetangga juga ikut berbondong-bondong memadati lokasi demi menyaksikan peresmian museum oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Salah satu rombongan besar datang dari Kota Kediri. Sebanyak 1.100 buruh yang menumpuk di 20 armada bus dilaporkan telah bergerak menuju Nganjuk sejak subuh untuk ikut menyambut kehadiran Presiden ke-8 RI tersebut.

Baca Juga: Breaking News! Ribuan Buruh di Nganjuk Padati Kawasan Museum Marsinah di Desa Nglundo, Sukomro

Rombongan buruh Kota Kediri ini dilepas langsung dari halaman Balai Kota Kediri sekitar pukul 06.00 WIB. Pelepasan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, serta perwakilan dari Kodim 0809/Kediri, Kejaksaan Negeri Kota Kediri, dan jajaran instansi samping lainnya.


Bawa Titipan Harapan: Tolak PHK dan Tuntut Kesejahteraan

Keberangkatan ribuan pekerja ke bumi Anjuk Ladang ini tidak sekadar untuk seremonial semata. Momentum peresmian museum yang dihadiri langsung oleh kepala negara tersebut dimanfaatkan kaum buruh untuk menitipkan harapan besar bagi masa depan ketenagakerjaan di Indonesia.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Kunjungi Nganjuk: Resmikan Museum Marsinah hingga Launching Koperasi Desa Merah Putih

Ketua Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kota Kediri, Suyadi, menegaskan bahwa momentum bersejarah ini harus menjadi titik balik pemerintah dalam melindungi nasib pekerja. Salah satu isu krusial yang ia soroti adalah ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Yang jelas kami keberatan jika ada PHK perusahaan. Jadi meskipun hubungan kerja itu PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Pertentu) dan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021, tapi kami berharap tidak terjadi PHK-PHK,” tegas Suyadi saat ditemui sebelum keberangkatan.

Baca Juga: Arus Lalin Berubah saat Prabowo Datang

Selain perlindungan dari ancaman kehilangan pekerjaan, Suyadi mendesak agar pemerintah terus melahirkan regulasi dan aturan yang lebih berpihak pada nasib rakyat kecil.

“Harapannya pemerintah bisa selalu memperhatikan kesejahteraan pekerja. Semoga pasca-peresmian museum pahlawan buruh ini, kesejahteraan buruh bisa jauh lebih baik,” pungkasnya.

Baca Juga: Sambut Kedatangan Presiden Prabowo: Sejumlah Ruas Jalan di Nganjuk Ditutup Sementara, Catat Waktu dan Lokasinya

Hingga saat ini, iring-iringan 20 bus dari Kediri bersama ribuan kendaraan buruh dari berbagai daerah Jawa Timur lainnya dilaporkan telah tiba dan memadati kantong-kantong parkir di sekitar area Museum Marsinah, Kecamatan Sukomoro.

Editor : rekian
#Tolak PHK #Museum Marsinah #Prabowo Subianto #buruh #Kota Kediri