Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, hari ini (16/5). Peresmian tersebut menjadi penanda dimulainya pengoperasian ribuan koperasi desa yang digadang menjadi penggerak ekonomi rakyat dari tingkat bawah.
Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 10.50 WIB bersama rombongan, didampingi gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta rombongan usai meresmikan Museum Marsinah. Sejumlah menteri kabinet lebih dahulu hadir di lokasi acara. Setelah tiba, Prabowo sempat beristirahat sebelum melakukan pengecekan langsung ke area KDMP Desa Nglawak.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam sambutannya menyebut peresmian koperasi tersebut merupakan kelanjutan dari program besar pemerintah membangun ekonomi desa berbasis koperasi.
Dia mengingatkan bahwa pada Juli tahun lalu pemerintah telah meresmikan kelembagaan 80 ribu KDMP di Jawa Tengah. Kini, pemerintah kembali berkumpul di Nganjuk untuk meresmikan operasional koperasi tersebut secara langsung oleh presiden.
“Hari ini presiden tidak meresmikan gedung, jalan, atau jembatan. Yang diresmikan saat ini adalah instrumen keadilan, keadilan ekonomi bagi desa Indonesia,” ujarnya.
Menurut Zulhas, semangat koperasi desa Merah Putih sejalan dengan Pasal 33 UUD 1945. Melalui koperasi tersebut, pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi rakyat benar-benar tumbuh dari bawah dan melibatkan masyarakat desa secara langsung.
Sementara itu, dalam sambutannya, Prabowo mengaku awalnya jumlah koperasi yang akan diresmikan mencapai 1.300 lebih. Namun, angka tersebut akhirnya disesuaikan menjadi 1.061 koperasi.
“Ada yang terburu-buru. Tapi saya suka angka delapan. Kalau 1.061 dijumlah hasilnya delapan,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta.
Prabowo menegaskan pembangunan koperasi desa Merah Putih dilakukan dalam waktu singkat. Mulai dari konsep hingga terwujud operasional disebut kurang dari satu tahun. Bahkan, pembangunan fisik baru dimulai pada November 2025.
“Dalam tujuh bulan kita bisa operasionalkan 1.061 koperasi,” katanya.
Dia juga menyebut secara fisik lebih dari 9 ribu gedung koperasi telah siap. Pemerintah, lanjutnya, ingin menjadikan koperasi sebagai tulang punggung penguatan ekonomi masyarakat desa.
Program makan bergizi gratis (MBG) juga disebut berkaitan erat dengan keberadaan koperasi Merah Putih. Sebab, koperasi akan menjadi salah satu penopang distribusi dan penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Selain itu, pemerintah juga akan menghadirkan akses kredit murah melalui koperasi tersebut agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pembiayaan usaha.
“Dengan koperasi ini pertumbuhan ekonomi akan maju,” pungkasnya. (nov/tyo)