RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM– Momen peresmian 1.061 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto dan Menko Pangan Zulkifli Hasan yang berpusat di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, menyisakan cerita unik dan menggelitik.
Bukan hanya soal program penguatan ekonomi desa yang menjadi sorotan, namun nama desa lokasi acara tersebut sukses mencuri perhatian Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Bima Arya mengaku bahwa banyak warganet yang salah fokus (salfok) dengan nama Desa Nglawak. Rasa penasaran netizen ternyata sejalan dengan rasa penasaran sang Wamendagri sendiri.
Tanya Langsung ke Wakil Bupati
Rasa penasaran itu akhirnya terjawab langsung di lokasi acara. Saat mendampingi Presiden Prabowo, Bima Arya menyempatkan diri bertanya langsung kepada Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Saputro, mengenai asal-usul nama desa yang unik tersebut.
Baca Juga: 1.061 Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi
"Desa Nglawak satu desa pelawak semua atau bagaimana?" tanya Bima Arya dengan nada bercanda kepada Trihandy.
Mendengar pertanyaan spontan dari Wamendagri, Wakil Bupati Nganjuk yang akrab disapa Mas Handy ini langsung tersenyum. Ia tidak menampik bahwa selama ini banyak orang luar daerah yang salah mengira bahwa Desa Nglawak adalah pencetak para komedian atau pelawak.
Bukan Pelawak, Tapi Temulawak
Mas Handy kemudian meluruskan sejarah dan asal-usul desanya kepada Wamendagri. Ternyata, nama "Nglawak" sama sekali tidak ada hubungannya dengan dunia seni lawak atau komedi.
"Dari leluhur desa ini, dulunya banyak yang menanam temulawak," jelas Trihandy Saputro.
Baca Juga: Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Presiden Prabowo Ziarah ke Makam sang Pejuang Buruh
Karena wilayah tersebut dulunya menjadi sentra atau banyak ditumbuhi tanaman herbal temulawak, masyarakat zaman dulu akhirnya menyebut daerah tersebut dengan nama Desa Nglawak.
Kini, Desa Nglawak tidak hanya dikenal karena sejarah tanaman temulawaknya yang unik, tetapi juga tercatat dalam sejarah sebagai tempat dimulainya langkah besar Presiden Prabowo dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui peluncuran ribuan Koperasi Desa Merah Putih.