NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Momentum Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 di Kabupaten Nganjuk tidak sekadar menjadi ritual tahunan. Pagi tadi (20/5), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk menggelar upacara bendera yang dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di makam pahlawan, membawa pesan kuat tentang estafet perjuangan ke generasi muda.
Upacara bendera berpusat di Alun-Alun Nganjuk sekitar pukul 08.00 WIB, dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan dihadiri oleh seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Suasana khidmat berlanjut saat rombongan bertolak ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Yudha Pralaya di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret. Di sana, Bupati yang didampingi Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, meletakkan karangan bunga sebagai simbol penghormatan.
"Hari Kebangkitan Nasional merupakan momentum sekaligus tonggak sejarah transisi perjuangan para pahlawan, dari yang semula bersifat fisik menjadi diplomatis," ujar Bupati Marhaen di sela-sela prosesi tabur bunga, Rabu (20/5).
Tahun ini, Harkitnas mengusung tema, Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara. Pria yang akrab disapa Kang Marhaen itu menjelaskan bahwa tema tersebut menyimpan filosofi mendalam, terutama mengenai peran krusial generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Kang Marhaen, medan pertempuran anak muda zaman sekarang telah bergeser. Kedaulatan negara tidak lagi dipertahankan dengan angkat senjata, melainkan lewat karya nyata yang berdampak luas bagi masyarakat.
Ada banyak sektor strategis yang bisa diakselerasi oleh pemuda Nganjuk sebagai bentuk perjuangan modern. Beberapa di antaranya meliputi. Inovasi teknologi, menciptakan solusi digital untuk kemudahan layanan publik dan UMKM. Modernisasi pertanian, Mengembangkan teknologi tani guna memperkuat ketahanan pangan daerah. Sektor kesehatan melahirkan terobosan layanan yang lebih inklusif dan cepat tanggap.
"Perjuangannya sekarang bukan lagi tentang mengusir penjajah. Namun, bagaimana anak-anak muda kita terus menelurkan inovasi-inovasi yang bermanfaat," tegasnya.
Menutup arahannya, Kang Marhaen menitipkan pesan penting agar pemuda Kota Angin tidak amnesia terhadap sejarah bangsa. Meneladani konsistensi para pahlawan adalah modal utama untuk membawa Nganjuk melompat lebih maju.
"Jas Merah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Begitu kata Bung Karno. Fondasi sejarah inilah yang akan menguatkan langkah kita ke depan," pungkas Marhaen. (wib/rq/kominfo)
Editor : Karen Wibi