Wow, Koleksi Museum Tritik Nganjuk Bertambah Ribuan Fosil Baru
rekian• Minggu, 24 Mei 2026 | 21:27 WIB
Penanggung jawab Museum Tritik Nganjuk Amin Fuadi menerima koleksi fosil dari dokter Ronald. (FOTO: Karen Wibi/JPRK)
RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM Koleksi fosil di Site Museum Tritik bertambah. Itu setelah museum yang berada di Desa Tritik, Kecamatan Rejoso tersebut mendapat hibah berupa ribuan fosil dari Museum Paloja.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Amin Fuadi mengatakan, pemberian hibah berupa ribuan fosil tersebut adalah bentuk dari kerjasama yang terjalin antara Museum Tritik dan Museum Paloja.
“Kami merasa beruntung karena mendapat hibah dari Museum Paloja milik dokter Ronald Suryajaya,” ujar Amin.
Amin menjelaskan, dokter Ronald merupakan pecinta sejarah asal Jakarta. Selain menjadi dokter, Ronald sering mengumpulkan barang-barang bersejarah. Salah satunya adalah fosil dari binatang purba di Indonesia.
Setidaknya dokter Ronald sudah mengumpulkan fosil sejak 2020 silam. Selama itu, Ronald telah memiliki ribuan koleksi fosil yang disimpan di museum pribadi miliknya. Yakni, Museum Paloja. “Beberapa waktu lalu Dokter Ronald mengubungi saya. Beliau ingin memberikan hibah sebagian koleksi kepada kami,” tambahnya.
Penyerahan hibah itu berlangsung di Museum Tritik pada Jumat (22/5). Sebanyak 1.523 fosil yang diserahkan kepada Museum Tritik. Fosil-fosil tersebut berasal dari binatang purba seperti kerang, bintang laut, hiu, kerbau, dan masih banyak yang lainnya.
Amin berharap, penyerahan hibah fosil tersebut dapat bermanfaat bagi Kabupaten Nganjuk. Tidak hanya untuk menambah khazanah benda purbakala di Museum Tritik. Melainkan juga sebagai objek pembanding untuk penelitian benda purbakala di Nganjuk. Khususnya di Desa Tritik.
Sementara itu, Dokter Ronald mengaku senang karena bisa berkontribusi dalam kemajuan dunia arkeologi di Kabupaten Nganjuk. Dirinya berharap fosil yang dihibahkan ke Museum Tritik dapat digunakan dengan sebaik-baiknya.
“Semoga koleksi yang saya hibahkan dapat memberikan manfaat khususnya untuk Museum Tritik,” ujarnya.
Ronald menambahkan, koleksi-koleksi miliknya mayoritas didapat langsung dari masyarakat. Salah satunya koleksi fosil binatang laut yang didapat dengan membeli dari beberapa masyarakat di Jawa Tengah.
Koleksi fosil tersebut lalu disimpan di museum pribadi miliknya. “Selain untuk pribadi, saya juga sering menghibahkan koleksi saya ke beberapa museum di Indonesia,” tambahnya.