Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Kisah Perjuangan Pembangunan Museum Marsinah

Novanda Nirwana • Senin, 1 Juni 2026 | 19:30 WIB
Museum Marsinah resmi dibuka untuk umum
Museum Marsinah resmi dibuka untuk umum

 

Museum Marsinah di Desa Nglundo baru saja diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Pasca diresmikan, Museum Marsinah langsung diserbu pengunjung. Namun sebelum itu, ada perjuangan panjang yang harus dilakukan oleh pihak keluarga.

 

BERDIRINYA Museum Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, ternyata berawal dari keinginan sederhana keluarga untuk memperbaiki makam sang aktivis buruh.

Hal itu seperti yang diceritakan oleh Marsini, kakak kandung Marsinah. Dia mengaku tak menyangka keinginannya membangun tempat penghormatan untuk adiknya bisa terwujud megah seperti sekarang. Dia mengatakan, awal mula pembangunan museum berangkat dari niat sederhana untuk memperbaiki makam Marsinah.

“Awalnya itu saya mintanya ke Presiden SPSI Andi Gani Nena Wea. Saya memang datang sendiri ke kantornya sebelum Marsinah ditetapkan pahlawan nasional,” ujarnya.

Menurut Marsini, saat itu dirinya sengaja menemui Andi Gani. Tujuannya agar makam Marsinah direnovasi agar lebih layak saat didatangi masyarakat. Dia menilai, dengan cara tersebut, perjuangan Marsinah bisa dikenang. “Waktu itu saya bilang, kalau nanti dijadikan pahlawan dan didatangi orang, apakah makamnya sudah layak,” katanya.

Tak hanya makam, Marsini juga sempat menyampaikan keinginannya membangun rumah singgah sederhana di sekitar rumah masa kecil Marsinah. Namun dalam perjalanannya, gagasan tersebut berkembang menjadi pembangunan museum.

“Saya juga bilang kalau ingin membuat rumah singgah. Rencana saya ya tidak semegah ini. Saya juga bilang kalau nanti dibangun museum yang jadi satu dengan rumah yang dulu ditinggali Marsinah,” terangnya.

Dia mengungkapkan, lahan di samping rumah masa kecil Marsinah awalnya merupakan tanah miliknya yang ditanami pohon kelengkeng. Meski berat melepasnya, Marsini akhirnya mengikhlaskan lahan tersebut digunakan untuk pembangunan museum. “Sebelah rumah itu sebenarnya tanah saya. Dulu saya tanami kelengkeng. Ya eman sebenarnya, tapi semua buat adik saya Marsinah,” ungkapnya.

Marsini menambahkan, dukungan terhadap pembangunan museum datang dari banyak pihak. Selain Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, dukungan juga datang dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Karena itu, dirinya merasa bersyukur cita-citanya dapat terwujud.

“Andi Gani sama Kapolri tidak keberatan sama sekali. Saya sampai tidak menyangka amalan apa leluhur saya, sampai apa yang saya minta ke tokoh besar bisa dikabulkan,” ucapnya.

Dia mengaku tak mungkin mampu membangun museum sebesar itu dengan kemampuan pribadi. Karena itu, keberadaan museum menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga. “Kalau saya disuruh membangun seperti ini ya tidak bisa. Bisa buat, tapi tidak semegah ini,” tandasnya.

Usai diresmikan, museum sempat ditutup selama satu minggu untuk persiapan operasional sebelum akhirnya dibuka untuk masyarakat umum. Kini museum tersebut mulai menjadi tujuan warga yang ingin mengenang perjalanan hidup dan perjuangan Marsinah. Kunjungan tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Nganjuk. Melainkan juga masyarakat dari luar Nganjuk. Seperti Kediri hingga Jombang. (nov/wib)

 

Editor : rekian
#Desa Nglundo #resmi dibuka #diresmikan presiden #Museum Marsinah