NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Satu unit ambulans eks RSUD Nganjuk mangkrak di gudang Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Nganjuk kemarin (23/6). Hal ini karena ambulans tersebut tidak laku saat dilelang. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Nganjuk Dyah Puspita Rini melalui Kabid Pengelolaan Barang Milik Daerah Samsul Hadi mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan proses penilaian terhadap sejumlah aset yang akan dilelang.
Samsul mengatakan, ambulans yang sebelumnya gagal terjual belum masuk dalam daftar lelang ulang. Keputusan tersebut bukan karena aset tidak bisa dilepas, melainkan karena BPKAD masih menunggu adanya tambahan kendaraan roda empat lain agar pelaksanaan lelang lebih efektif. “Untuk ambulans nunggu ada roda empat yang lainnya,” jelasnya.
Sebelumnya, ambulans milik RSUD Nganjuk menjadi satu-satunya kendaraan yang tidak laku dalam lelang barang milik daerah (BMD). Kendaraan tersebut dibanderol dengan nilai limit Rp 70,5 juta melalui mekanisme lelang terbuka atau open bidding.
Namun hingga batas akhir penawaran, tidak ada peserta yang mengajukan harga untuk kendaraan layanan kesehatan tersebut. Sementara sejumlah aset lain justru berhasil terjual.
BPKAD sebelumnya menyebut, tidak lakunya ambulans bukan karena kendaraan sulit dijual. Faktor utama karena belum ada peminat yang sesuai. Mengingat ambulans memiliki fungsi khusus, sehingga calon pembeli tidak sebanyak kendaraan dinas biasa. “Belum ada peminat yang cocok. Biasanya juga laku,” kata Samsul sebelumnya.
Menurut Samsul, BPKAD sudah beberapa kali melelang kendaraan eks ambulans dan hasilnya dapat terjual. Karena itu, pihaknya masih melakukan evaluasi sebelum menentukan langkah berikutnya.
Samsul berharap, seluruh aset daerah yang sudah tidak memiliki nilai guna operasional tetap dapat dioptimalkan melalui mekanisme lelang. Selain mengurangi penumpukan barang, hasil penjualan aset juga menjadi tambahan penerimaan bagi daerah. (nov/tyo)
Editor : rekian