Menikmati Malam Hari di Angkringan Pasar Baru Kertosono

Karen Wibi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 13:02 WIB
"Saya cuma jualan makanan dan minuman.Tidak jualan yang lain",ujar penjual angkringan seksi,Bunga (bukan nama sebenarnya, Red). (karen wibi/jprk)
"Saya cuma jualan makanan dan minuman.Tidak jualan yang lain",ujar penjual angkringan seksi,Bunga (bukan nama sebenarnya, Red). (karen wibi/jprk)

Tampil Seksi Bukan untuk Jual Diri

Menjadi penjual angkringan seksi bukan perkara mudah. Banyak hal yang membuat para pedagang harus siap mental saat melayani pelanggan.

Salah satunya ketika ada konsumen yang menganggap mereka sama dengan Mbak Pur di karaoke plus-plus.

"Saya cuma jualan makanan dan minuman. Tidak jualan yang lain," ujar Bunga (bukan nama sebenarnya).

Kalimat itu bukan tanpa alasan.

Selama berjualan, Bunga mengaku kerap mendapat stigma negatif dari sebagian pelanggan.

Salah satunya, ada yang menganggap dirinya identik dengan dunia prostitusi.

Menurut Bunga, anggapan tersebut tidak benar.

Dia menegaskan bahwa dirinya hanya menjual makanan dan minuman, sama seperti pedagang angkringan pada umumnya.

Namun, stigma tersebut sudah membuatnya merasa risih.

Salah satu pengalaman yang paling diingat adalah ketika didatangi seorang pria yang bukannya menanyakan harga makanan atau minuman, tetapi justru menanyakan tarif dirinya.

"Entah itu guyon atau tidak, tapi itu sudah bikin risih," tambahnya.

Mendengar pertanyaan tersebut, Bunga mengaku sempat kebingungan.

Pasalnya, dia menegaskan tidak pernah terlibat dalam praktik prostitusi.

Agar suasana tidak semakin canggung, Bunga memilih menanggapinya dengan bercanda.

Dia mengaku melakukan hal itu supaya pelanggan tidak tersinggung dan tetap menjaga suasana tetap kondusif.

Karena itu, Bunga berharap pelanggan tidak lagi menganggap dirinya sebagai Mbak Pur.

Dia menegaskan bahwa pekerjaannya hanya berjualan makanan dan minuman.

"Kalau tidak karena uang mungkin saya juga tidak mau jualan seperti ini," ujarnya.

Menurut Bunga, kondisi ekonomi menjadi alasan dirinya memilih berjualan angkringan.

Sementara itu, gaya berpakaian yang lebih menarik dipilih semata-mata agar terlihat berbeda dibanding pedagang lain.

Dengan cara tersebut, dia berharap lebih banyak pelanggan singgah ke lapaknya.

Semakin banyak pelanggan yang datang, semakin besar pula peluang mendapatkan keuntungan. (wib/tyo)

Editor : Miko
Pasar Baru Kertosono angkringan malam angkringan seksi umkm nganjuk berita nganjuk