Petani Bawang Merah di Gondang Gagal Panen, Hama Ulat Grayak Serang Sejak Awal Musim Kemarau

Karen Wibi • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 15:00 WIB
RUGIKAN PETANI: Petani brambang di Gondang menunjukkan ulat yang memakan tanamnnya. (karen wibi/jprk)
RUGIKAN PETANI: Petani brambang di Gondang menunjukkan ulat yang memakan tanamnnya. (karen wibi/jprk)

Mayoritas Tanaman Diserang Hama Ulat

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Petani bawang merah di Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, menghadapi ancaman serius pada musim tanam kali ini. Serangan hama ulat grayak menyebabkan sejumlah petani mengalami gagal panen, bahkan terpaksa menanam ulang karena tanaman habis dimakan hama.

Dari pantauan di lapangan, serangan paling parah terjadi di Dusun Balongrejo. Puluhan petani dilaporkan terdampak, dengan tingkat kerusakan tanaman yang bervariasi.

Salah seorang petani, Siman, 50, mengaku hama ulat grayak mulai menyerang lahan bawang merah sejak awal bulan.

"Hama ulat ini memang sering muncul saat musim kemarau. Tahun ini serangannya sudah terjadi sejak awal bulan," ujarnya kepada wartawan.

Tanaman Mati dalam Hitungan Hari

Siman mengatakan serangan ulat grayak membuatnya mengalami gagal panen pada satu petak lahan bawang merah.

Saat itu, usia tanaman sekitar 20 hari ketika hama mulai menyerang. Ia langsung melakukan penyemprotan pestisida untuk membasmi telur maupun ulat, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan.

Dalam beberapa hari, ulat menghabiskan bagian pangkal tanaman sehingga bawang merah mati sebelum memasuki masa panen.

"Kalau pangkalnya sudah dimakan, tanaman langsung mati. Akhirnya setengah ru lahan saya gagal panen," katanya.

Tidak ingin menyerah, Siman kembali menanam bawang merah di lahan yang sama. Namun, serangan hama kembali terjadi.

Meski sudah melakukan penyemprotan pestisida, masih ada ulat yang bertahan hidup sehingga ia harus memungut hama tersebut secara manual.

"Hama ulat kali ini sangat kuat. Walaupun sempat lemas setelah disemprot, banyak yang hidup lagi," tuturnya.

 

 

 

Disperta: Gunakan Pestisida Sesuai Dosis

Sekretaris Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk, Agus Yuni Purwanto, menjelaskan bahwa ulat grayak merupakan salah satu hama utama yang sering menyerang tanaman bawang merah, terutama saat musim kemarau.

Menurutnya, pengendalian hama harus dilakukan dengan penggunaan pestisida yang tepat sasaran dan sesuai dosis yang dianjurkan.

"Dosis pestisida tidak boleh berlebihan maupun terlalu sedikit. Jika digunakan secara berlebihan, hama justru bisa menjadi kebal," jelasnya.

Selain penggunaan pestisida yang tepat, Agus juga mengimbau petani untuk rutin memantau kondisi tanaman sejak awal masa tanam agar serangan hama dapat dideteksi lebih cepat sebelum menyebar ke seluruh lahan.

Petani Diminta Waspadai Puncak Musim Kemarau

Musim kemarau dikenal sebagai periode yang meningkatkan risiko serangan ulat grayak pada tanaman bawang merah. Kondisi cuaca yang kering mendukung perkembangan hama sehingga petani diharapkan meningkatkan intensitas pengawasan terhadap lahan.

Deteksi dini dan penanganan cepat dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi potensi kerugian akibat gagal panen.

Editor : Miko
bawang merah nganjuk pertanian nganjuk hama ulat grayak petani Gondang gagal panen