NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Angkringan malam di kawasan Pasar Baru Kertosono selalu ramai setiap malam. Puluhan hingga ratusan pengunjung datang untuk menikmati suasana santai sambil menyantap makanan dan minuman dengan harga yang terjangkau.
Bagi sebagian pelanggan, daya tarik angkringan ini bukan hanya suasana yang ramai, tetapi juga harga menu yang ramah di kantong. Dengan uang sekitar Rp10 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati minuman sambil menghabiskan waktu bersama teman.
Salah seorang pelanggan, BA, 23, warga Desa Pelem, Kecamatan Kertosono, mengaku angkringan tersebut menjadi pilihan ketika ingin berkumpul tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.
"Rp10 ribu sudah bisa ngopi dan nongkrong bareng teman-teman," ujarnya kepada wartawan.
Menurut BA, hampir seluruh menu minuman dibanderol dengan harga di bawah Rp10 ribu.
Segelas es teh maupun kopi, misalnya, dijual sekitar Rp5 ribu. Sementara minuman sachet memiliki harga yang tidak jauh berbeda, tergantung jenis dan mereknya.
Makanan Murah Jadi Daya Tarik
Tidak hanya minuman, berbagai pilihan makanan juga ditawarkan dengan harga yang terjangkau.
Mulai sundukan, nasi bungkus, hingga mi instan dijual dengan harga di bawah Rp10 ribu. Bahkan camilan seperti kerupuk dan kacang hanya dibanderol sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000.
Kondisi tersebut membuat angkringan menjadi pilihan banyak kalangan, terutama pelajar, mahasiswa, hingga pekerja yang ingin bersantai tanpa menguras isi dompet.
"Kalau lagi bokek tetap bisa makan dan nongkrong. Itu yang bikin sering ke sini," kata BA.
Suasana Santai Bikin Pelanggan Betah
Selain harga yang terjangkau, pengunjung juga merasa nyaman karena tidak ada batasan waktu untuk menikmati suasana angkringan.
Mereka bisa duduk, berbincang, hingga larut malam selama masih dalam jam operasional.
Salah satu penjual, Bunga (bukan nama sebenarnya), mengatakan kenyamanan pelanggan menjadi salah satu hal yang selalu dijaga.
Menurutnya, selain menawarkan harga yang terjangkau, penjual juga berusaha menciptakan suasana yang akrab agar pelanggan merasa betah.
"Kalau harganya murah memang, tapi kalau yang datang banyak tentu tetap menguntungkan bagi kami," ujarnya.
Persaingan Angkringan Semakin Ketat
Bunga mengakui persaingan usaha kuliner malam di Kertosono cukup tinggi. Karena itu, setiap pedagang memiliki strategi masing-masing untuk menarik perhatian pelanggan.
Ada yang mengandalkan variasi menu, ada pula yang fokus pada pelayanan dan suasana agar pengunjung ingin kembali datang.
Menurutnya, yang terpenting adalah memberikan pelayanan yang baik sehingga pelanggan merasa nyaman dan menjadikan angkringan sebagai tempat berkumpul bersama teman maupun keluarga.
(wib/tyo)
Editor : Miko