NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Penjual angkringan seksi di Pasar Baru Kertosono tidak sembarangan memilih lokasi berjualan.
Mayoritas dari mereka membuka lapak di sisi utara hingga barat pasar. Alasannya, kedua lokasi tersebut dinilai lebih sepi dibanding sisi lainnya.
Dua Wajah Angkringan Pasar Baru Kertosono
Angkringan di Pasar Baru Kertosono memiliki dua karakter yang berbeda.
Yang pertama merupakan angkringan yang dinilai ramah untuk semua kalangan.
Ciri-cirinya, para penjual mengenakan pakaian yang biasa dan tidak menggunakan busana yang terlalu terbuka atau ketat.
Mayoritas angkringan dengan konsep tersebut berada di sisi selatan hingga timur pasar.
Sementara itu, wajah kedua adalah angkringan yang dikenal masyarakat sebagai angkringan seksi.
Seluruh penjualnya merupakan perempuan yang mengenakan busana lebih mencolok, seperti rok atau celana pendek serta atasan yang ketat.
Sebagian besar angkringan dengan konsep tersebut berada di sisi utara dan barat pasar.
Kenapa Memilih Sisi Utara dan Barat?
SU, salah satu pemilik angkringan, mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan mengapa para pedagang akhirnya terkonsentrasi di dua sisi tersebut.
Namun, menurutnya, ketika angkringan seksi mulai bermunculan, area utara dan barat memang masih relatif kosong.
"Saya di sini sudah dua tahun. Dulunya tidak ada angkringan seksi," ujarnya.
SU menceritakan, sejak Pasar Baru Kertosono diresmikan pada 2024, jumlah angkringan terus bertambah.
Awalnya, seluruh pedagang hanya menjual makanan dan minuman seperti angkringan pada umumnya.
Seiring waktu, muncul pedagang yang mengusung konsep angkringan seksi.
Karena area utara dan barat saat itu masih belum banyak ditempati pedagang, mereka akhirnya memilih membuka lapak di lokasi tersebut.
"Jadi yang ramah keluarga itu di sisi timur, kalau yang banyak angkringan seksi itu di barat," tambahnya.
Lokasi Sepi Dianggap Lebih Menguntungkan
Bunga (bukan nama sebenarnya) memiliki alasan lain dalam memilih lokasi berjualan.
Menurutnya, sisi utara dan barat justru lebih menguntungkan bagi pedagang angkringan seksi.
Alasannya, kedua area tersebut lebih sepi dibanding sisi lain pasar.
Selain itu, mayoritas pelanggannya lebih nyaman berkumpul di lokasi yang tidak terlalu ramai.
"Sepertinya yang beli ya malu kalau mau nongkrong di angkringan seksi. Makanya saya memilih di tempat yang agak sepi," ujarnya.
(wib/tyo)