NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Pengguna Jalan Sukomoro–Kecubung kini bisa bernapas lega.
Pasalnya, proyek perbaikan ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Sukomoro dan Pace tersebut selesai lebih cepat dari jadwal.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk, Onny Supriyono, mengatakan jalan tersebut sudah kembali bisa dilalui masyarakat sejak awal pekan ini.
"Perbaikan Jalan Sukomoro-Kecubung sudah bisa digunakan oleh masyarakat," ujarnya kepada wartawan koran ini.
Rampung Lebih Cepat dari Target
Onny menjelaskan, sesuai jadwal, proyek perbaikan Jalan Sukomoro–Kecubung seharusnya baru selesai pada 31 Juli.
Namun, proses pengerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dari target.
Dengan demikian, masyarakat kini sudah dapat kembali melintasi ruas jalan tersebut tanpa harus menunggu hingga akhir bulan.
Anggaran Hampir Rp 4 Miliar
Perbaikan Jalan Sukomoro–Kecubung menelan anggaran yang tidak sedikit.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk mengalokasikan dana sebesar Rp 3,96 miliar untuk proyek tersebut.
Anggaran itu digunakan untuk memperbaiki jalan sepanjang 1,67 kilometer.
Rinciannya meliputi:
- Jalan beton sepanjang 986 meter.
- Jalan asphalt concrete-wearing course (AC-WC) sepanjang 691 meter.
Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Bangun Maju Karya.
Menjawab Keluhan Warga
Perbaikan ruas jalan ini merupakan tindak lanjut atas keluhan masyarakat.
Selama bertahun-tahun, kondisi Jalan Sukomoro–Kecubung dikeluhkan karena mengalami kerusakan cukup parah.
Mulai dari permukaan jalan yang berlubang hingga bergelombang, sehingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Masih Ada 425 Kilometer Jalan Rusak
Meski proyek Jalan Sukomoro–Kecubung telah rampung, pekerjaan rumah Pemkab Nganjuk dalam memperbaiki infrastruktur jalan masih cukup besar.
Berdasarkan data Pemkab Nganjuk, total panjang jalan kabupaten mencapai 1.475,02 kilometer.
Dari jumlah tersebut, 1.049,2 kilometer sudah berada dalam kondisi layak.
Rinciannya terdiri atas:
- 584,83 kilometer berkondisi baik.
- 464,47 kilometer berkondisi cukup baik.
Sementara itu, 425,72 kilometer atau sekitar 28,86 persen jalan kabupaten masih dalam kondisi tidak baik.
Kerusakan tersebut terdiri dari:
- 244,47 kilometer mengalami rusak ringan.
- 181,25 kilometer mengalami rusak berat.
(wib/tyo)