Pemkab Keruk Sungai Dangkal di Nganjuk untuk Mengatasi Masalah Banjir

Karen Wibi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 16:36 WIB
KERUK SUNGAI DANGKAL: Dinas PUPR melakukan normalisasi sungai di wilayah Nganjuk untuk cegah banjir. (karen wibi/jprk)
KERUK SUNGAI DANGKAL: Dinas PUPR melakukan normalisasi sungai di wilayah Nganjuk untuk cegah banjir. (karen wibi/jprk)

Sungai Avur di Tanjunganom Jadi Prioritas, Sungai Kapas Menyusul

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nganjuk sedang ancang-ancang mengatasi masalah banjir di Nganjuk. Salah satunya melakukan normalisasi sungai selama musim kemarau.

Kepala Dinas PUPR Nganjuk Onny Supriyono mengatakan, selama musim kemarau, PUPR Nganjuk menargetkan untuk melakukan normalisasi beberapa sungai di Kota Angin.

“Kami sudah punya daftar beberapa sungai yang akan kami normalisasi,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

Terakhir (3/8) normalisasi sungai dilakukan di Sungai Avur yang berada di Kecamatan Tanjunganom. Diketahui sungai tersebut sempat menyebabkan banjir di sekitar lokasi.

Penyebabnya karena sungai yang mengalami pendangkalan akibat tumpukan sedimen di dasar sungai. Selain itu, sungai juga mengalami penyempitan akibat tanaman liar.

Sungai tersebut lalu mendapat jatah normalisasi. Total normalisasi dilakukan sepanjang 600 meter. Dengan rincian 300 meter di sisi kiri dan 300 meter di sisi kanan.

Proses normalisasi tersebut menggunakan alat berat. “Proses normalisasi dilakukan selama satu hari,” imbuhnya.

Menurut Onny, normalisasi sungai tersebut dilakukan untuk mengatasi masalah yang biasa timbul akibat penumpukan sedimen di sungai.

Salah satunya masalah banjir. Biasanya banjir baru akan muncul ketika memasuki musim hujan. “Musim kemarau dipilih untuk normalisasi karena debit sungai sedang rendah-rendahnya,” tambahnya.

Selain Sungai Avur, Onny mengatakan, ada beberapa sungai yang akan dinormalisasi. Beberapa diantaranya adalah sungai yang sering terdampak banjir ketika musim.

Seperti, Sungai Kapas yang berada di Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro. Diketahui sungai tersebut sering menyebabkan banjir di musim hujan.

Bahkan, di edisi musim hujan lalu, sungai tersebut menyebabkan puluhan rumah di Kelurahan Kapas terendam. “Kami akan jadwalkan untuk sungai-sungai lainnya,” tandasnya.

Onny berharap, normalisasi sungai yang dilakukan oleh Pemkab Nganjuk memberi dampak positif bagi masyarakat.

Salah satunya agar banjir tidak lagi terulang di beberapa daerah tersebut. “Semoga tidak ada banjir lagi akibat pendangkalan sungai,” pungkasnya. (wib/tyo)

Editor : Miko
Sungai Avur Sungai Kapas PUPR Nganjuk banjir nganjuk normalisasi sungai