Ribuan Pengangguran di Nganjuk Cari Kartu Kuning

Karen Wibi • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 20:00 WIB
BUTUH RIBUAN KARYAWAN: Pabrik di Kabupaten Nganjuk membuka lowongan tenaga produksi. Sayang banyak yang  enggan melamar. (karen wibi/jprk)
BUTUH RIBUAN KARYAWAN: Pabrik di Kabupaten Nganjuk membuka lowongan tenaga produksi. Sayang banyak yang enggan melamar. (karen wibi/jprk)

DINAS Tenaga Kerja (Disnaker) Nganjuk terus berupaya untuk menekan angka pengangguran di Kota Angin. Salah satunya dengan menyediakan layanan Kartu AK1 atau Kartu Kuning. Total, hingga saat ini, sudah ada ribuan pengangguran yang sedang mencari kerja.

Kepala Disnaker Nganjuk Itsna Shofiani mengatakan, saat ini, terdapat 25.489 masyarakat yang sedang menganggur. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 ribu diantaranya sedang berusaha untuk mencari kerja. Hal itu merujuk dari jumlah pemohon Kartu Kuning di Disnaker Nganjuk. “Dari Januari hingga Juli, sudah ada sekitar 10 ribu pencari kerja yang tercatat di Disnaker Nganjuk,” ujarnya sembari mengatakan jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya terdapat 8.241 pencari kerja.

TERDATA: Calon tenaga kerja mencari kartu kuning di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Nganjuk. (karen wibi/jprk)
TERDATA: Calon tenaga kerja mencari kartu kuning di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Nganjuk. (karen wibi/jprk)

Sedangkan jika dirinci per bulan, jumlah pencari kerja terbanyak terjadi di bulan April, Mei, dan Juni. Dengan puncaknya terjadi pada bulan Mei. Yakni sebanyak 2.348 pencari kerja. Sedangkan di urutan kedua yakni bulan April dengan total 1.980 pencari kerja. Lalu di bulan Juni, terdapat 1.575 pencari kerja. “Kemungkinan Agustus akan meningkat. Banyak pabrik yang sedang membuka lowongan pekerjaan,” tambahnya.

Menurut Itsna, peningkatan pencari kerja beberapa bulan terakhir memang hal yang wajar. Karena memang banyak siswa SMA dan SMK yang lulus pada bulan tersebut. Hal itu juga dapat dibuktikan dari mayoritas pendidikan para pencari kerja di Nganjuk. Dari 9.371 pencari kerja, mayoritas adalah lulusan SMA dan SMK. Untuk SMA, jumlahnya mencapai 3.164 orang. Sedangkan jumlah lulusan SMK yakni 4.505 orang. “Sedangkan lulusan sarjana yang mencari kerja masih berada di angka 495 orang,” tandasnya. (wib/tyo)

Editor : Miko
Gen-Z loker pengangguran bps pabrik