NGANJUK, radarnganjuk.jawapos.com— Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nganjuk mengakui masih terdapat potensi ketidaktepatan dalam penentuan desil kesejahteraan warga di wilayah setempat.
Kondisi ini dipicu oleh data populasi dasar yang belum diperbarui secara menyeluruh sejak proses pendataan awal.
Baca Juga: Desil Naik, Siswa Miskin Nganjuk Cemas PIP Terancam Dicabut
Kepala BPS Nganjuk, Wahyu Purnamahadi, menjelaskan bahwa pendataan populasi awal dilakukan pada 2022. Namun, data tersebut tidak mengalami pembaruan secara menyeluruh sepanjang kurun waktu 2023 hingga 2025.
Pembaruan data populasi secara menyeluruh sedianya baru direncanakan pada 2026, tetapi persoalan mengenai desil sudah terlebih dahulu ramai diperbincangkan oleh masyarakat.
Baca Juga: Stop Pertalite untuk Desil 9-10? Ini Kata Pertamina
Wahyu menilai, pembaruan data secara berkala sangat penting untuk menjaga tingkat akurasi hasil penghitungan. Pasalnya, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dapat berubah sewaktu-waktu.
Kendati BPS memiliki peran dalam memformulasikan kalkulasi desil, kualitas akhir dari data tersebut tetap sangat bergantung pada kejujuran dan kualitas jawaban yang diberikan oleh masyarakat saat pendataan di lapangan.
Baca Juga: Kaget, Kekayaan Warga Nganjuk Menyamai Rafi Ahmad karena Masuk Desil 10
Terkait Data Terpadu Sosio-Ekonomi Nasional (DTSEN), ia menerangkan bahwa data tersebut tidak bersifat statis karena mengalami penyesuaian sebanyak empat kali dalam setahun.
Memasuki bulan Agustus, DTSEN saat ini telah berada pada versi ketiga yang dihimpun dari berbagai sumber data tambahan, seperti hasil survei maupun pendataan program tertentu.
Baca Juga: Kaget, Kekayaan Warga Nganjuk Menyamai Rafi Ahmad karena Masuk Desil 10
Meski demikian, pembaruan berkala tersebut sifatnya parsial sehingga tidak serta-merta mengubah skala populasi secara mendasar.
Dari total sekitar 80 juta keluarga, perubahan yang terjadi pada setiap pembaruan hanya berkisar antara 100 ribu hingga 200 ribu keluarga.
Oleh sebab itu, pembaruan DTSEN lebih ditujukan untuk memperbaiki dan memperkaya data pada bagian tertentu, sedangkan perubahan data populasi secara menyeluruh umumnya baru dilakukan melalui kegiatan sensus.
Editor : rekian