Bocah 11 Tahun Turun ke Sungai, Warga Ngepung Nganjuk Bertahan di Tengah Kekeringan

Karen Wibi • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:07 WIB
Bocah asal Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, Nganjuk mengambil air bersih yang tergenang di tengah sungai yang mengering.
Bocah asal Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, Nganjuk mengambil air bersih yang tergenang di tengah sungai yang mengering.

 

NGANJUK, radarnganjuk.jawapos.com – Ratusan kepala keluarga di Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, kini berjuang mendapatkan air bersih di tengah terik kemarau.

Kekeringan ekstrem melanda dua dusun, yaitu Dusun Jomblang dan Sendang Gogor, membuat warga harus mencari sisa mata air yang masih mengalir di sungai.

Baca Juga: Empat Kecamatan di Nganjuk Berpotensi Dilanda Kekeringan, BPBD Siapkan Tangki Air Bersih

M. Bagus Septian, bocah 11 tahun yang duduk di bangku kelas VI SD, terlihat turun ke dasar sungai yang mulai mengering. Di tangannya, ia membawa sebuah jeriken kosong.

Dengan hati-hati, ia menghampiri tumpukan batu yang ditutup plastik berukuran 1 meter x 1 meter. Di balik plastik itu, terdapat mata air kecil yang masih mengeluarkan air bersih.

Baca Juga: Kemarau Kekeringan, Musim Hujan Menjadi Pemancingan

Dari empat sumber mata air di lokasi tersebut, dua di antaranya telah mengering sejak beberapa minggu terakhir.

"Kekeringan di sini sudah terjadi sejak Juni," ujar Bagus. Ia mengambil air perlahan, berhati-hati agar mata air tidak kembali tertutup.

Baca Juga: Kekeringan Mulai Melanda Jatikalen, Warga Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

Setelah jerikennya penuh, ia berjalan sekitar 100 meter menuju rumahnya. Air itu kemudian dituang ke wadah besar dan digunakan untuk memasak, minum, mandi, mencuci, hingga kebutuhan hewan ternak.

Sunarno, warga Dusun Jomblang, mengungkapkan bahwa kekeringan sudah menjadi persoalan tahunan, namun tahun ini terasa lebih berat.

Baca Juga: Kekeringan Mulai Melanda Jatikalen, Warga Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

"Sekarang orang-orang mulai bingung cari air di mana lagi," keluhnya. Ia mengaku belum ada perhatian berupa solusi jangka panjang dari pemerintah, seperti pembangunan sumur kapasitas besar untuk cadangan air.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, menyatakan telah menerima laporan dan akan melakukan asesmen.

Baca Juga: BMKG Prediksi Puncak Kemarau di Nganjuk, Waduh Daerah Mana Saja yang Berpotensi Kekeringan?

"Jika benar-benar kekeringan, kami akan melakukan dropping air bersih di desa tersebut," ujarnya.

Warga berharap bantuan tidak hanya berupa kiriman air sementara, tetapi solusi permanen untuk menghadapi kemarau ekstrem di masa mendatang.

Editor : rekian
Kekeringan Nganjuk kekeringan Lengkong krisis air Nganjuk Desa Ngepung bpbd nganjuk