BPS Akui Data Desil Berpotensi Melenceng

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:48 WIB
Walaupun BPS memformulasikan perhitungan desilnya, tapi kualitas data di lapangan juga tergantung masyarakat yang menjawab. (foto ilustrasi dari AI/jprk).
Walaupun BPS memformulasikan perhitungan desilnya, tapi kualitas data di lapangan juga tergantung masyarakat yang menjawab. (foto ilustrasi dari AI/jprk).

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Badan Pusat Statistik (BPS) mengakui masih terdapat potensi ketidaktepatan dalam penentuan desil warga Kabupaten Nganjuk. Salah satu penyebabnya adalah data populasi yang menjadi dasar penghitungan belum diperbarui secara menyeluruh sejak pendataan awal.
Kepala BPS Nganjuk Wahyu Purnamahadi mengatakan, pendataan populasi awal dilakukan pada 2022. Setelah itu, data tersebut belum diperbarui secara menyeluruh hingga 2025. “Kami juga mengakui masih ada kesalahan dari perkiraan itu karena populasi awal dilakukan pada 2022. 2023 sampai 2025 tidak di-update,” ujarnya.
Menurut Wahyu, pembaruan data sebenarnya direncanakan dilakukan pada 2026. Namun, sebelum proses pembaruan tersebut berjalan, persoalan mengenai desil sudah ramai diperbincangkan masyarakat. “Data populasi mau di-update 2026, tapi baru mau di-update sudah ramai,” jelasnya.
Dia menilai, pembaruan data secara berkala justru penting untuk meningkatkan akurasi hasil penghitungan. Sebab, kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah dari waktu ke waktu. “Kalau update dan responden jujur, pasti bagus hasilnya,” katanya.
Meski BPS memiliki peran dalam memformulasikan penghitungan desil, kualitas hasil akhirnya tetap sangat dipengaruhi oleh kualitas data yang menjadi bahan penghitungan. Termasuk data yang diperoleh dari masyarakat melalui proses pendataan. “Walaupun BPS memformulasikan perhitungan desilnya, tapi kualitas data di lapangan juga tergantung masyarakat yang menjawab,” terang Wahyu. (nov/tyo)

Editor : rekian
bps nganjuk Kabuaten Nganjuk desil Nganjuk Kepala BPS Nganjuk Wahyu Purnamahadi Desil Melenceng