Kontraktor Kebut Proyek Jembatan Sugihwaras Nganjuk, Progres Capai 68,45 Persen

Karen Wibi • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:43 WIB
BANGUN JEMBATAN: Pengendara sepeda motor melintas di jembatan darurat Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon kemarin. Pembangunan Jembatan Sugihwaras dikebut. (karen wibi/jprk)
BANGUN JEMBATAN: Pengendara sepeda motor melintas di jembatan darurat Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon kemarin. Pembangunan Jembatan Sugihwaras dikebut. (karen wibi/jprk)

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Pembangunan Jembatan Sugihwaras di Kecamatan Prambon terus dikebut. Hingga Senin (24/8), progres pengerjaan jembatan yang menghubungkan dua desa tersebut telah mencapai 68,45 persen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk Onny Supriyono mengatakan, pengerjaan jembatan terus didorong agar segera rampung. Terlebih, kondisi cuaca yang masih mendukung menjadi kesempatan bagi kontraktor untuk mempercepat pekerjaan.

“Kami minta dipercepat pembangunan saat kemarau ini,” ujar Onny.

Menurut dia, sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam proses pembangunan. Pekerjaan berjalan lancar sehingga pihaknya optimistis jembatan tersebut bisa segera digunakan masyarakat.

Jembatan Belum Tersambung, Mobil Harus Memutar

Meski progres pembangunan sudah mendekati 70 persen, Jembatan Sugihwaras hingga kini belum dapat dilalui kendaraan roda empat.

Pasalnya, struktur jembatan yang baru masih dalam proses pengerjaan dan belum tersambung sepenuhnya. Akibatnya, pengendara mobil maupun kendaraan roda empat lainnya harus mencari jalur alternatif.

Kondisi berbeda dialami pengendara sepeda motor. Kendaraan roda dua masih bisa melintas melalui jembatan darurat yang berada di sisi selatan jembatan baru.

Namun, pengendara tetap diminta berhati-hati. Jembatan darurat tersebut hanya dibuat menggunakan anyaman bambu. Karena konstruksinya terbatas, pengendara harus melintas secara bergantian.

Atasi Banjir yang Rendam Puluhan Hektare Sawah

Pembangunan Jembatan Sugihwaras merupakan bagian dari upaya Pemkab Nganjuk mengatasi persoalan banjir di Desa Sugihwaras.

Pemerintah daerah menyiapkan anggaran sekitar Rp 2,25 miliar untuk proyek tersebut. Pengerjaannya ditargetkan berlangsung selama 150 hari.

Sebelumnya, banjir di wilayah tersebut sempat merendam puluhan hektare sawah selama berhari-hari. Kondisi itu membuat sejumlah petani mengalami gagal panen dan kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Persoalan banjir tersebut diduga dipengaruhi kondisi jembatan yang memiliki lebar terbatas. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, debit air sungai meningkat dan kapasitas aliran tidak mampu menampung seluruh air.

Air kemudian meluber ke area persawahan.

Dengan pembangunan jembatan baru yang lebih mendukung kelancaran aliran sungai, Pemkab Nganjuk berharap persoalan banjir di kawasan tersebut dapat dikurangi sekaligus memperlancar akses masyarakat.

Untuk sementara, warga masih harus bersabar hingga pembangunan jembatan benar-benar selesai dan dapat dilalui kembali secara normal. (wib/tyo)

Editor : Miko
jembatan Sugihwaras pembangunan jembatan Nganjuk Prambon Nganjuk banjir Sugihwaras PUPR Nganjuk