NGANJUK, radarnganjuk.jawapos.com- Kekeringan dan krisis air bersih ternyata tidak hanya dialami warga di Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong. Karena menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Nganjuk, total ada empat kecamatan di Nganjuk yang juga mulai mengalami kekeringan.
"Empat kecamatan yang mulai mengalami kekeringan adalah Kecamatan Lengkong, Pace, Ngluyu, dan Jatikalen," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Nganjuk Sutomo.
Baca Juga: Bocah 11 Tahun Turun ke Sungai, Warga Ngepung Nganjuk Bertahan di Tengah Kekeringan
Dari hasil asesmen, keempat kecamatan itu yang paling memungkinkan terjadi kekeringan dalam waktu dekat. Alasan utamanya karena tiga dari empat daerah tersebut memiliki kondisi tanah yang tidak bisa menyimpan banyak cadangan air. Karena ketiga daerah tersebut memiliki mayoritas tanah dari batuan kapur.
Yakni di Kecamatan Lengkong, Ngluyu, dan Jatikalen. Beruntung, dari keempat kecamatan itu, baru di Kecamatan Lengkong yang terjadi kekeringan.
Yakni di Dusun Jomblang dan Dusun Sendang Gogor di Desa Ngepung. “Semoga kekeringan tidak terus meluas di desa lainnya,” harapnya.
Baca Juga: Empat Kecamatan di Nganjuk Berpotensi Dilanda Kekeringan, BPBD Siapkan Tangki Air Bersih
Untuk mengatasi masalah itu, kemarin (26/8), BPBD Nganjuk melakukan asesmen. Hasilnya, menurut Sutomo, kekeringan di Desa Ngepung masih bisa diatasi. Hal itu karena masih terdapat satu sumur dari Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang berfungsi dengan normal.
Sayangnya, sumur tersebut berada di Dusun Sendang Gogor. Sehingga, warga yang berada di dusun lain, contohnya di Dusun Jomblang, harus menempuh perjalanan sekitar tiga kilometer (Km) untuk bisa mendapatkan air bersih.
“BPBD Nganjuk terus berupaya agar warga di Dusun Jomblang mendapatkan air bersih,” tambahnya.
Baca Juga: Kekeringan Mulai Melanda Jatikalen, Warga Kesulitan Mendapatkan Air Bersih
Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nganjuk Iwan Setiawan mengatakan, potensi kekeringan berpotensi meluas di Kabupaten Nganjuk. Karena belum ada tanda-tanda hujan akan turun. “Kabupaten Nganjuk tidak diguyur hujan selama berminggu-minggu.
Kalau ada hujan itu sifatnya lokal,” ujarnya. Oleh karena itu, Iwan meminta masyarakat untuk berhati-hati. Terlebih ketika terdapat tanda-tanda kekeringan.
Seperti berkurangnya debit air pada sumur bor milik masyarakat. “Masyarakat harus lebih berhemat menggunakan air bersih,” pintanya.
Editor : Karen Wibi