Musim Kemarau Tiba Muncul 3 Titik Panas di Nganjuk

Karen Wibi • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 07:28 WIB
titik panas
quote Kepala BMKG Nganjuk Iwan Setiawan 

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kekeringan di Kabupaten Nganjuk tidak hanya berdampak pada berkurangnya persediaan air bersih. Lebih dari itu, kekeringan di Nganjuk juga bisa menyebabkan kebakaran hutan. Buktinya, kemarin (30/8), terdapat tiga titik panas yang tersebar di Kecamatan Lengkong dan sekitarnya.

Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nganjuk Iwan Setiawan. Dia mengatakan, sejak awal pekan lalu, BMKG Nganjuk menemukan beberapa titik panas di wilayah utara Kabupaten Nganjuk. “Titik panas adalah sebuah lokasi yang terdeteksi memiliki suhu atau radiasi panas yang jauh lebih tinggi dibanding area di sekitarnya,” ujar Iwan.

Baca Juga: BMKG Juanda Prakirakan Cuaca Jawa Timur Dominan Cerah, Waspadai Potensi Hujan Ringan dan Kabut

Iwan menjelaskan, titik panas dapat terdeteksi dari citra satelit milik BMKG. Hasilnya, saat ini, terdapat tiga titik panas yang ada di Kabupaten Nganjuk. Ketiga titik panas itu terdapat di Nganjuk bagian utara. Seperti di Kecamatan Lengkong dan sekitarnya.

“Awal pekan lalu bahkan terdapat tujuh titik panas. Sekarang sudah mulai berkurang,” tambahnya.

Lebih lanjut, menurut Iwan, terdapat tiga kategori titik panas. Yakni rendah, sedang, hingga tinggi. Sedangkan tiga titik panas di Kabupaten Nganjuk termasuk ke dalam kategori sedang. Meski termasuk ke dalam kategori sedang, Iwan mengaku hal tersebut dapat menyebabkan bencana alam. Salah satunya adalah kebakaran hutan.

Baca Juga: Gempa Dangkal Bermagnitudo 6,2 Guncang Perairan Maluku Barat Daya, BMKG Ingatkan Gempa Susulan

Oleh karena itu, Iwan mengimbau kepada pihak terkait untuk segera mengatasi masalah itu. Salah satunya dengan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas yang melibatkan api dalam skala yang besar. “Titik panas itu bisa hilang dengan sendirinya. Namun masyarakat harus tetap waspada,” imbuhnya sembari mengatakan titik panas bisa terjadi akibat kombinasi kemarau dan kekeringan ekstrem.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk Sutomo mengatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan BMKG Nganjuk terkait masalah kekeringan di Nganjuk. Dia menyebut pihaknya sudah melakukan pemantauan pada titik-titik panas yang ditemukan di Nganjuk. “Kami sudah sosialisasi ke masyarakat agar menghindari kegiatan yang melibatkan api dalam skala yang besar,” ujarnya.

Baca Juga: Gempa Besar Guncang NTT, BMKG Keluarkan Dua Kali Peringatan Dini Tsunami

Pemantauan juga dilakukan dengan memerhatikan persediaan air bersih di lokasi. Karena menurut Sutomo, titik panas juga berkaitan dengan jumlah air di lokasi. “Kami siapkan bantuan air bersih kepada daerah yang membutuhkan,” tambahnya. (wib/tyo)

Editor : rekian
kekeringan hutan wilis terbakar kebakaran hutan gunung wilis kemarau panjang