Siswa Trauma Konsumsi MBG

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 19:31 WIB
Sejak mengalami keracunan, sebanyak 143 siswa itu dirawat di beberapa rumah sakit di Kecamatan Nganjuk. (novanda nirwana/jprk)
Sejak mengalami keracunan, sebanyak 143 siswa itu dirawat di beberapa rumah sakit di Kecamatan Nganjuk. (novanda nirwana/jprk)

 

Korban Keracunan Sudah Pulang dari RS

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 3 Nganjuk membuat siswa trauma. Karena akibat keracunan nasi goreng dan ayam suwir yang sudah busuk, 143 siswa dari Smaga, SLB Santi Kosala Mastrip, dan SDN Balongpacul 1 harus mengalami mual, pusing, dan muntah. Mereka harus dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas. Bahkan, puluhan siswa harus rawat inap. “Saya tidak berani lagi makan menu makan bergizi gratis (MBG) di sekolah setelah melihat teman-teman keracunan,” ujar Natanniara Embun, siswi kelas X Smaga. 
Beruntung, Niara mengaku tidak menjadi korban keracunan MBG. Karena saat akan makan, dia ada kegiatan di luar kelas. Saat kembali ke kelas, teman-temannya sudah mengalami keracunan. “Ngeri sekali,” ujarnya.  Beruntung, untuk korban keracunan di rumah sakit sudah boleh pulang. Kemarin (8/9), seluruh korban dipastikan telah sembuh dan dapat pulang ke rumah.
Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro mengatakan, sejak Senin sore (7/9), seluruh korban telah dinyatakan sembuh 100 persen.
“Alhamdulillah seluruh korban sudah sembuh. Semuanya sudah boleh pulang ke rumah,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Mas Handy itu mengatakan, pada Rabu lalu (2/9), sebanyak 143 siswa dan guru mengalami keracunan di Kecamatan Nganjuk. Sebanyak 143 siswa dan guru itu berasal dari tiga sekolah di Kecamatan Nganjuk. Yakni, SMAN 3 Nganjuk, SLB Santi Kosala Mastrip, dan SDN Balongpacul 1.
Sejak mengalami keracunan, sebanyak 143 siswa itu dirawat di beberapa rumah sakit di Kecamatan Nganjuk. Selama beberapa hari, jumlah korban yang dirawat di rumah sakit terus berkurang. Hingga Sabtu kemarin (5/9) hanya tersisa enam korban yang dirawat. Diketahui keenam korban itu mengalami efek keracunan yang parah. Tidak hanya mual hingga pusing. Melainkan hingga mengalami pingsan beberapa kali. Beruntung kondisi tersebut kian membaik. Seluruh korban boleh pulang ke rumah.
Meski sudah tak menyisakan korban, Mas Handy memastikan proses hukum tetap berlanjut. Hingga kini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan pada kasus keracunan yang menimpa ratusan siswa di Kota Angin. “Jika terbukti bersalah, maka pelaku akan dihukum secara pidana,” tambahnya.
Bebarengan dengan itu, Mas Handy mengatakan proses evaluasi juga tengah berlangsung pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Begadung II. Proses tersebut dilakukan bebarengan dengan masa suspend yang berlangsung pada dapur yang berada di Jalan Widas, Kecamatan Nganjuk. Proses evaluasi tersebut dilakukan agar dapur dapat berbenah setelah kasus keracunan. Karena diketahui, masih ada kemungkinan dapur tersebut akan kembali beroperasi setelah masa suspend. “Masa suspend akan berlangsung selama 30 hari,” tandasnya.
Perlu diketahui, Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono berkunjung ke Kabupaten Nganjuk pada Sabtu lalu (5/9). Kunjungan tersebut untuk melakukan sidak pada SPPG Begadung II. Selain itu, Trenggono bersama Handy juga menjenguk beberapa korban yang masih dirawat di rumah sakit. (nov/wib/tyo)

Editor : rekian
SMAN 3 Nganjuk siswa keracunan 143 siswa Mbg trauma