Waduh! Warga Nganjuk Mengadu Ada Telur Lalat di Menu MBG, Begini Respons Wabup Trihandy

Karen Wibi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 01:12 WIB
VIRAL: Telur lalat di menu MBG diupload di media sosial (medsos). (karen wibi/jprk).
VIRAL: Telur lalat di menu MBG diupload di media sosial (medsos). (karen wibi/jprk).

NGANJUK, radarnganjuk.jawapos.com- Pengguna sosial media di Kabupaten Nganjuk sedang heboh. Itu setelah seorang pemilik akun bernama @sapta_iim_andhara membagikan video tentang makanan di program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak konsumsi. Video berdurasi 46 detik itu dibagikan di sosial media TikTok.

Dalam video tersebut, Sapta menunjukkan menu makanan yang baru saja diterima anaknya. Mulai dari nasi putih, tempe goreng, ayam goreng, hingga sayur kubis.

Namun bukan hal itu yang ingin ditunjukkan oleh Sapta. Melainkan telur lalat yang menempel pada ayam goreng. Ya benar, terdapat puluhan telur lalat yang menempel pada ayam yang hendak dimakan.

Beruntung, sebelum benar-benar dimakan oleh sang anak, Sapta sempat melihat kondisi ayam tersebut. Sehingga, ayam goreng tersebut tak jadi dimakan oleh sang anak.

Sapta yang tidak terima lalu mengupload video tersebut ke sosial media. Di unggahan yang sama, Sapta juga melayangkan keluhan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat. “Bersyukur belum sampai dimakan sama anak-anakku,” keluh Sapta dalam tulisan di video.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro langsung bergerak cepat. Dia mengatakan, sudah menghubungi si pemilik video. Karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk ingin mendalami kejadian tersebut. “Saya sudah minta untuk dikasih tahu lokasi SPPG yang memasak makanan tersebut,” ujarnya.

Wabup yang akrab disapa Mas Handy itu berjanji akan segera mengatasi masalah tersebut. Mulai dari mencari tahu lokasi sekolah hingga SPPG yang terlibat. Dengan harapan agar pihak Pemkab Nganjuk bisa mengetahui sebab musabab dari kejadian tersebut. “Jika terdapat kelalaian, kami akan beri tindakan tegas,” tambahnya.

Tentu Mas Handy tidak ingin masalah MBG kembali terulang di Nganjuk. Karena diketahui, beberapa waktu lalu, keracunan MBG baru saja terjadi di Kecamatan Nganjuk. Tidak tanggung-tanggung, total korban mencapai 143 siswa dan guru. 143 siswa dan guru itu berasal dari tiga sekolah yang berada di Kecamatan Nganjuk. Usut punya usut, keracunan itu disebabkan oleh menu makanan yang sudah basi. Yakni, pada menu nasi goreng.

Editor : rekian
Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro Telur lalat di MBG pemkab nganjuk Mbg Kabupaten Nganjuk