NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Warga Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro, mulai punya harapan terbebas dari banjir tahunan. Pemkab Nganjuk kini mengebut normalisasi Sungai Kuncir Kanan yang selama ini menjadi salah satu titik rawan banjir.
Normalisasi dilakukan saat musim kemarau. Kondisi sungai yang surut membuat alat berat lebih mudah masuk untuk mengeruk dan menata kembali aliran sungai.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk Onny Supriyono mengatakan, pekerjaan normalisasi sudah dimulai.
“Normalisasi sungai dilakukan untuk mencegah banjir yang rutin terjadi di musim penghujan,” ujarnya.
Sodetan di Dam Kapas Belum Cukup
Onny menjelaskan, Pemkab Nganjuk sebelumnya sudah melakukan mitigasi banjir di Kelurahan Kapas. Salah satunya dengan membangun sodetan di Dam Kapas.
Namun, upaya tersebut belum mampu mengatasi persoalan banjir.
Awal tahun ini, Kelurahan Kapas kembali diterjang banjir. Ratusan rumah warga bahkan sempat terendam.
Salah satu penyebabnya adalah tanggul sungai yang jebol.
Kondisi tersebut membuat Pemkab Nganjuk kembali melakukan penanganan. Normalisasi Sungai Kuncir Kanan dipilih sebagai salah satu langkah untuk mengurangi risiko banjir.
Pekerjaan sengaja dilakukan saat kemarau karena kondisi sungai lebih memungkinkan untuk dinormalisasi.
Normalisasi Sungai Capai 3,3 Kilometer
Menurut Onny, total panjang Sungai Kuncir Kanan yang dinormalisasi mencapai sekitar 3,3 kilometer.
Pekerjaan tersebut mencakup aliran sungai yang berada di Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro, serta Kelurahan Kramat dan Kelurahan Ganung Kidul, Kecamatan Nganjuk.
“Seluruh rangkaian sungai harus dinormalisasi. Jika tidak, banjir kemungkinan bisa kembali datang,” tambah Onny.
Dari pantauan wartawan, proses normalisasi terus dikebut. Pekerjaan dimulai dari sisi timur Sungai Kuncir Kanan, kemudian bergerak ke arah barat.
Hingga 20 September, alat berat sudah melakukan normalisasi sampai wilayah Kelurahan Kapas.
Pekerjaan ditargetkan rampung pada akhir bulan mendatang.
“Semoga Kelurahan Kapas tidak lagi terdampak banjir,” tandas Onny.
Warga Kapas Lelah Hadapi Banjir Tahunan
Normalisasi sungai mendapat respons positif dari warga Kelurahan Kapas. Nur, salah seorang warga setempat, mengaku lega melihat pekerjaan tersebut mulai dilakukan.
Dia berharap normalisasi bisa mengurangi risiko banjir yang selama ini berulang setiap musim hujan.
“Warga Kelurahan Kapas sudah lelah merasakan banjir tiap tahun,” ujarnya.
Kelurahan Kapas memang sudah lama menjadi salah satu wilayah yang terdampak banjir. Kondisi tersebut bahkan disebut telah berlangsung selama belasan tahun.
Banjir yang terjadi di wilayah tersebut juga pernah menelan korban jiwa. Seorang balita dilaporkan meninggal dunia akibat bencana banjir.
Karena itu, warga berharap normalisasi Sungai Kuncir Kanan tidak sekadar menjadi pekerjaan rutin, tetapi benar-benar mampu mengurangi ancaman banjir saat musim penghujan tiba. (wib/tyo)
Editor : Miko