NGANJUK, radarnganjuk.jawapos.com- Musim kemarau di Kabupaten Nganjuk diprediksi akan berlangsung lebih panjang. Yakni, hingga bulan Oktober. Ini menjadi salah satu musim kemarau terpanjang yang pernah di Kabupaten Nganjuk.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Nganjuk Iwan Setiawan menjelaskan, sebenarnya jika tidak ada kendala hujan akan turun September.
Namun, karena ada beberapa penyebab menjadikan musim kemarau berlangsung lebih lama di tahun ini. “Salah satunya adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di atas kondisi normal atau yang biasa disebut dengan El Nino,” ungkapnya.
Selain El Nino, fenomena lain yang menyebabkan musim kemarau lebih panjang adalah Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Menurut Iwan, kedua fenomena tersebut dapat mengurangi pembentukan awan dan curah hujan. Alhasil musim penghujan masih belum akan terjadi dalam waktu dekat.
Menurut Iwan, molornya musim penghujan tidak hanya terjadi di Kabupaten Nganjuk. Melainkan akan terjadi pada 60 persen wilayah di Indonesia. Sedangkan sisanya akan memasuki musim penghujan lebih cepat. Yakni, pada Oktober.
Meski demikian, menurut Iwan, ada kemungkinan hujan akan turun di Kabupaten Nganjuk dalam waktu dekat. Namun hujan yang akan terjadi akan bersifat lokal.
Artinya curah hujan yang turun akan sangat rendah. Ditambah hujan hanya akan terjadi di kecamatan-kecamatan tertentu. Tidak menyeluruh di Kabupaten Nganjuk. “Kabupaten Nganjuk sudah tidak diguyur hujan lebih dari 60 hari,” tambahnya.
Lebih lanjut, molornya musim penghujan di Kabupaten Nganjuk tentu membawa beberapa dampak buruk. Salah satunya adalah potensi kekeringan yang terus meluas. Selain kekeringan, ada bencana alam lain yang bisa disebabkan dari musim kemarau yang lebih panjang.
Yakni kebakaran hutan hingga gagal panen. Oleh karena itu, Iwan mengimbau kepada pihak berwenang untuk lebih waspada. “Masyarakat harus lebih waspada tentang potensi-potensi bencana alam yang akan terjadi,” pungkasnya.
Editor : rekian