NGANJUK, radarnganjuk.jawapos.com- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Nganjuk memprakirakan cuaca di Kabupaten Nganjuk akan didominasi oleh kondisi cerah, terik, dan bersuhu udara tinggi selama periode 27-29 September 2026.
Berdasarkan prospek cuaca tersebut, dinamika atmosfer yang relatif kering saat ini sangat dipengaruhi oleh fenomena El Niño dengan kategori sangat kuat.
Fenomena global ini secara umum mengurangi pasokan uap air dan menekan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, sehingga curah hujan di sebagian besar Jawa Timur pada akhir September hingga awal Oktober diprakirakan masih berada pada kategori rendah.
Kondisi cuaca terik akan sangat terasa pada siang hari, di mana suhu udara diprediksi mencapai puncaknya pada kisaran 34 hingga 36 derajat Celsius.
Cuaca yang menyengat ini juga diiringi oleh penurunan drastis kelembapan udara hingga menyentuh angka 35-48 persen, sehingga menciptakan sensasi panas yang kering di kulit.
Sementara itu, pada rentang waktu ini, angin bertiup stabil dari arah timur-tenggara dengan kecepatan antara 5-15 km/jam.
Pada pagi hari, cuaca terpantau cerah berawan hingga berawan sebagian dengan suhu di rentang 24-29 derajat Celsius dan kelembapan 52-80 persen yang akan menyusut cepat seiring naiknya matahari.
Memasuki malam hingga dini hari, suhu udara akan berangsur turun dari 30 derajat Celsius di awal malam menjadi sekitar 24-25 derajat Celsius saat subuh, diiringi peningkatan kelembapan hingga 85 persen.
Meski cuaca didominasi panas, BMKG mencatat adanya potensi peningkatan pembentukan awan konvektif yang lebih tebal pada hari ketiga, baik pada siang maupun malam hari.
Menyikapi prospek cuaca yang panas dan semakin kering ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampaknya dengan menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Warga juga diminta mulai melakukan penghematan dalam penggunaan air bersih guna mengantisipasi krisis air. Selain itu, kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan sangat ditekankan.
Masyarakat diminta untuk menghindari pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan titik api.
Untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang dinamis, masyarakat dapat terus memantau pembaruan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini secara resmi melalui aplikasi InfoBMKG.
Editor : rekianSumber : BMKG Nganjuk