Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Zuli Rantauwati, Kartini Masa Kini Kota Angin

Redaksi Radar Nganjuk • Senin, 22 April 2024 | 19:32 WIB
Photo
Photo

Zuli Rantauwati adalah sosok Kartini Masa Kini Kota Angin. Ibu dua anak ini menjadi penerus usaha Alm H. Imam Mukhayat Syah. Dia juga mengayomi adik-adiknya dan melanjutkan tradisi baksos untuk menggantikan peran sang Abah.


Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Peribahasa itu yang cocok untuk menggambarkan sosok Hj. Zuli Rantauwati. Anak sulung Alm. H. Imam Mukhayat Syah ini mewarisi sifat ayahanda. Yaitu gemar beraktivitas sosial dengan menyumbang masjid hingga memberi bantuan untuk menekan angka stunting di Nganjuk.
Tidak terhitung berapa masjid maupun lembaga yang pernah mendapat bantuan dari pemilik KSPPS TAM Syariah ini. Aktivitas itu dia lakukan sejak lama.
Misalnya saat Zuli sedang berkeliling di Kota Angin. Lantas dia mampir ke masjid di suatu desa. Ketika dia merasa tempat ibadah itu membutuhkan bantuan, dia lantas menggali informasi kepada pengurus maupun takmir masjid di sana.
"Akhirnya jika kami rasa layak mendapat bantuan, maka kami bantu," ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.
Ibu dua anak ini mengatakan, dia tidak serta merta memberi bantuan. Harus betul-betul dipastikan membutuhkan. Bantuan bukan hanya bangunan fisik. Kadang juga dalam bentuk lain. Misalnya karpet hingga Alquran.
"Kami juga bantu laundry karpet atau korden masjid yang kotor. Supaya jamaah ibadah di sana nyaman. Jadi tidak melulu membantu berupa fisik bangunan," ujarnya.
Selain membantu masjid, aktivitas sosial lain juga Zuli lakukan. Misalnya penanganan stunting. Kegiatan itu dimulai beberapa waktu lalu di sekitar Kecamatan Nganjuk, Bagor, Rejoso, maupun Wilangan.
Zuli merasa tergerak dengan banyak ditemukannya stunting di sana. Apalagi stunting berkaitan dengan tumbuh kembang anak. Secara rutin Zuli memberi bantuan berupa telur dan susu bagi anak stunting.
"Ada yang meminta bantuan agar anak-anak diberi makanan tambahan supaya tidak stunting. Alhamdulillah, rutin kami bantu. Insya Allah ada 300-an anak yang mendapatkan makanan tambahan ini. Semoga stunting di Nganjuk dapat ditekan," harapnya.
Bantuan yang diberikan Zuli itu berasal dari kantong pribadi. Ini dilakukan agar penerima bantuan lebih merata. Karena jika bantuan yang diberikan KSPPS TAM Syariah, walaupun jumlahnya sangat besar tetapi belum menjangkau semua wilayah Nganjuk. Karena itu, Zuli mengaku perlu merogoh kocek pribadinya untuk memberikan bantuan.
Untuk urusan memimpin perusahaan, perempuan berusia 50 tahun ini selalu melibatkan keluarga. Dia tidak mau otoriter. Ini agar kerukunan keluarga besar Alm. Imam Mukhayat Syah terjaga. "Saya ajak adik-adik untuk berdiskusi sebelum mengambil keputusan," ujarnya.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk