NGANJUK, JP Radar Nganjuk - “Saya dulu guru Fisika di Smada Nganjuk,” ujar Bowo saat ditemui wartawan koran ini kemarin. Tak tanggung-tanggung, Bowo mengajar Fisika di Smada puluhan tahun. Tepatnya, 22 tahun. Yaitu, mulai tahun 1996-2018. Sehingga, dia sudah hafal luar dalam Smada. Termasuk, karakter Smada sebagai SMAN favorit yang mencetak siswa berprestasi akademik dan non-akademik.
Saat mendapat tugas sebagai Plt Kepala Smada, Bowo merasa seperti pulang kampung. Dia pun siap mengemban amanah tersebut. Targetnya pun sama. Yaitu, mencerdaskan anak bangsa. Tujuan itulah yang menjadi alasan dia memilih kuliah di IKIP Surabaya setelah lulus SMA. “Saya itu cita-cita menjadi guru sejak kecil,” ujarnya.
Untuk jabatan kepala sekolah, Bowo merupakan kasek berpengalaman. Setelah 22 tahun mengajar di Smada, dia mendapatkan promosi menjadi kepala sekolah. Pertama kali, dia menjabat kepala sekolah di SMAN 1 Wongsorejo, Banyuwangi pada 2019. “Saya setahun di Banyuwangi,” ujarnya.
Pada 2020, Bowo menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Ngronggot. Kemudian, tahun 2022, Bowo dipindah menjadi Kepala SMAN 1 Tanjunganom hingga sekarang. Selain menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Tanjunganom, dia juga menjadi Plt Kepala Smada Nganjuk per 1 Maret.
Dengan memimpin dua SMAN favorit di Nganjuk, Bowo harus kerja ekstrakeras. Dia juga harus menyelaraskan antara profesi dengan keluarganya. Apalagi, Bowo hanya tinggal bersama Mufatu Sudiyah, istrinya di rumah. Kedua anaknya sudah berumah tangga. “Kami bisa kumpul bareng itu saat Lebaran saja,” ungkap kakek dengan dua cucu ini.
Agar kondisi tubuh dan pikiran fresh, Bowo memilih mengajak istrinya pulang kampung ke Kedungglugu, Kecamatan Gondang. Mereka akan jalan-jalan di sana setiap weekend. “Biasanya lihat-lihat sawah di kampung berdua bersama istri,” ujarnya.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk