Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Mengenal Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Kota Angin (3), Kepala SMKN 1 Nganjuk Heru Hertanto Pakai Metode Pembelajaran dari Sang Ibu agar Dekat Siswa

Redaksi Radar Nganjuk • Selasa, 30 April 2024 | 01:02 WIB

Photo
Photo

Darah pendidik mengalir di diri Heru Hertanto. Karena kedua orang tua Heru adalah guru. Karena itu, Heru pun memilih mengabdi sebagai seorang guru. Hingga saat ini, Heru mendapat kepercayaan menjadi Kepala SMKN 1 Nganjuk.

 

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Kepala SMKN 1 Nganjuk Heru Hertanto terlihat sibuk di ruang kerjanya. Dia mengerjakan beberapa tugas. Karena dia ingin segera menyelesaikannya. Apalagi, pertengahan tahun nanti, Heru akan pensiun.

Sekejap matanya menoleh ke arah layar smartphone miliknya. Sebuah pesan baru saja masuk. Ternyata pesan tersebut berasal dari mantan muridnya di SMKN 1 Nganjuk. Pesan tersebut berisi permintaan saran dari alumni SMKN 1 Nganjuk yang kini kuliah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). “Murid saya ini kalau mau lomba di kuliahnya, masih minta saran ke saya,” terangnya sembari tersenyum kecil.

Baca Juga: Mengenal Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Kota Angin(5) Kepala SMPN 3, Ini Inovasi Teguh Sujadmika untuk Dukung Kegiatan Belajar Mengajar Siswanya

Heru pun mengatakan jika hal itu tidak hanya terjadi pada satu atau muridnya. Namun puluhan mantan murid lainnya. Karena memang, sejak dulu, Heru terkenal sebagai guru yang dekat dengan murid.

Heru mengatakan, jika sifat tersebut didapat dari kedua orang tuanya. Karena memang kedua orang tuanya adalah seorang guru. Sang ayah yang bernama Mas Arjoto adalah guru ekonomi di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Sedangkan sang ibu yang bernama Sugihati menjadi seorang guru di taman kanak-kanak (TK).

Sejak kecil Heru mengaku sering diajak mengajar. Terutama oleh sang ibu. Bahkan sejak sebelum fasih berbicara, Heru sudah sering melihat ibunya mengajar. Sedangkan di kesempatan lain, Heru juga sering diajak mengajar oleh sang ayah.“Dulu kalau masih kecil sering diajak mengajar. Jadi sering lihat bapak atau ibu mengajar,” sambungnya.

Baca Juga: Mengenal Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Kota Angin (1), Kepala SMAN 1 Nganjuk Sugiyo Lakukan Family Time, CFD ke Jalan Ijen Malang Tiap Minggu

Tak diduga hal itu yang membentuk Heru menjadi guru. Ketika beranjak dewasa Heru mengaku ingin menjadi guru. Sama seperti kedua orang tuanya. Karena menurutnya guru adalah profesi yang menyenangkan. Terutama ketika melihat anak didiknya sukses. “Dari empat saudara saya, cuma saya yang mau menjadi guru,” tandasnya sembari tertawa.

Jalan yang dipilih oleh Heru adalah jalan yang benar. Dia menjadi guru sukses. Memulai karir pada tahun 1989. Kemudian, pada 2010 dirinya berhasil menjadi kepala sekolah. Hingga akhirnya kini dia menjadi Kepala SMKN 1 Nganjuk.

Ketika mengajar, Heru mengaku sering menggunakan cara mengajar kedua orang tuanya. Terutama cara mengajar sang ibu di TK. Dengan cara tersebut Heru mengaku jika banyak muridnya yang tertarik. Cara tersebut yang lalu membuat muridnya lebih mudah paham. “Anak kecil itu mudah meniru. Jadi, saya meniru cara ibu saya saat mengajar sehingga siswa jadi mudah paham dan dekat dengan saya,” pungkasnya.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk
#guru #radar nganjuk #jawa pos #pendidikan