Kepala SMAN 1 Pace Endang Warniati memiliki cara untuk membuat anak didiknya memiliki tanggung jawab. Caranya tersebut adalah dengan melaksanakan program ‘Jumat Keramat’. Program ini untuk menjaga lingkungan sekolah bersih dan asri.
“Saya itu anak anggota TNI. Jadi dari kecil sudah diajari tentang arti tanggung jawab,” ujar Kepala SMAN 1 Pace Endang Warniati kepada wartawan koran ini. Karena itu, Endang mendidik anak didiknya untuk bertanggung jawab. Salah satunya tanggung jawab tentang kebersihan lingkungan sekolah.
Banyak program yang telah dicetuskan oleh kepala sekolah yang baru menjabat Oktober 2023 itu. Salah satu yang paling terkenal yaitu Jumat Keramat. Jumat Keramat ini adalah sebuah singkatan dari kerja bakti, rapikan lingkungan, dan manfaatkan sampah plastik tersisa. “Namanya sengaja dibuat Jumat Keramat agar siswa mudah mengingatnya,” tandas mantan guru di SMAN 1 Ngronggot tersebut.
Banyak poin yang terkandung dalam program tersebut. Salah satunya adalah kerja bakti yang diadakan tiap satu hingga dua minggu sekali. Kerja bakti tersebut dengan membersihkan lingkungan sekolah dan luar sekolah.
Kemudian, memanfaatkan sampah plastik tersisa. Konkretnya adalah sejak menjabat sebagai kepala sekolah, Endang mewajibkan kepada siswa untuk memilah dan memilih sampah yang dibuang. Banyak tempat sampah yang disediakan. Mulai untuk sampah organik hingga non organik seperti plastik. Nantinya sampak nonorganik akan dipilah. Sampah seperti botol plastik akan dipisahkan. Dibuang ke bank sampah yang sudah disediakan sekolah.
Tiap bulannya botol plastik yang telah dikumpulkan akan dijual ke pengepul. Uangnya akan masuk ke kas OSIS. “Uang tersebut bisa digunakan sesuai kebutuhan. Namun yang paling penting adalah hal itu dapat digunakan untuk memupuk tanggung jawab murid,” terang kepala sekolah berusia 48 tahun tersebut.
Untuk melaksanakan program tersebut, awalnya agak susah. Namun seiring berjalannya waktu, siswa mulai memahami tentang Jumat Keramat. Hasilnya adalah lingkungan sekolah bersih dan asri. Bahkan, taman sekolah yang dulunya gersang sudah mulai rindang. Tanaman yang dulunya tak terurus jadi kian terawat. Hasilnya pun dapat langsung dinikmati oleh para murid.“Saat sekolah bersih dan asri, semua akan nyaman. Kegiatan belajar mengajar (KBM) juga akan lancar,” ujar Endang.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk