Kepala SMPN 2 Nganjuk Anik Sutiani berusaha keras agar siswanya berprestasi. Baik itu prestasi akademik maupun non-akademik. Untuk itu, berbagai cara dilakukan agar siswa termotivasi belajar dan berlatih. Sehingga, saat perlombaan, mereka berhasil tampil maksimal untuk meraih prestasi.
“Reward itu penting untuk membuat siswa semakin termotivasi untuk berprestasi,” ujar Ani Sutiani, Kepala SMPN 2 Kabupaten Nganjuk. Penghargaan atau hadiah selalu diberikan Ani setiap siswanya menjadi juara di perlombaan. Ini sebagai salah satu bentuk apresiasi dirinya dan guru kepada anak didiknya yang telah berjuang mengharumkan SMPN 2 Nganjuk.
Untuk reward atau penghargaan, Ani memberikan tidak pilih kasih. Menurutnya tidak semua murid itu memiliki kelebihan di bidang akademik. Namun, ada juga siswa yang berbakat di bidang non-akademik. Karena itu, semua siswa berprestasi di bidang akademik dan non-akademik mendapat dukungan dan reward yang sama.
Baca Juga: Mengenal Pahlawan Tanpa TandaJasa(6) Kepala SMAN 1 Pace Endang Warniati Terapkan Jumat Keramat
Selama setahun menjabat sebagai kepala SMPN 2 Nganjuk, semua kegiatan siswa yang positif dan berhubungan dengan prestasi akan selalu didukung. Baik yang akademik, maupun non-akademik. Kepala sekolah berusia 52 tahun itu tak pernah mempersulit siswanya saat meminta dispensasi untuk latihan dan mengikuti perlombaan di jam sekolah. “Anak-anak juga harus tanggung jawab. Urusan izin dan dispensasi pasti kami permudah,” ujar Ani.
Selama memimpin SMPN 2 Nganjuk, Ani mengatakan, tak pernah ada murid yang menyalahgunakan dispensasi. Sebagian besar siswa yang meminta dispensasi untuk latihan atau perlombaan, berhasil meraih juara. Seperti kejuaraan basket, futsal, karate, bulutangkis. Di luar itu juga ada lomba sejarah IPS di SMAN 2. “Lomba pas jam sekolah. Pulang-pulang semua dapat juara,” ungkapnya bangga.
Kepala sekolah asal Desa Tiripan, Kecamatan Berbek itu menambahkan, semangat murid SMPN 2 untuk berlomba dan mengikuti berbagai kejuaraan di luar sekolah itu sudah ada sejak dulu. Namun, dia menilai semangat itu sempat turun. Saat mengambil alih tongkat kepemimpinan di SMPN 2, guru matematika itu melihat potensi di ekstrakurikulernya. Makanya Ani ingin menghidupkan kembali seluruh kegiatan ekstrakurikuler. “Tentunya juga tidak mengesampingkan kegiatan belajar mengajar,” ungkap Ani.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk